POJOKSATU.ID - Video penolakan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 2 Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, viral di media sosial pada Jumat (6/3/2026).

Dalam video yang beredar luas di berbagai platform digital, terlihat sebuah mobil pengangkut makanan program MBG tiba di depan gerbang sekolah.

Kendaraan tersebut membawa sejumlah ompreng atau kotak makan yang akan dibagikan kepada para siswa.

Baca Juga: Jangan Salah Paham! Potongan Gaji PPPK Paruh Waktu 3,35 Persen Ternyata untuk Jaminan Hari Tua, Ini Kata Taspen

Namun distribusi makanan tidak dapat dilakukan karena kendaraan datang terlambat, saat kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut sudah selesai dan para siswa telah pulang.

Mobil yang datang itu terlihat bertuliskan SPPG, yang merupakan bagian dari sistem distribusi program Makan Bergizi Gratis.

Kendaraan tersebut berhenti di depan gerbang sekolah untuk melakukan pengiriman makanan.

Baca Juga: Presiden Prancis Emmanuel Macron Apresiasi Langkah Indonesia Batasi Medsos untuk Anak, Disebut Ikut Gerakan Global

Sayangnya, pihak sekolah tidak dapat menerima distribusi makanan tersebut karena waktu kedatangannya sudah melewati jam kegiatan sekolah.

Akibatnya, makanan yang seharusnya dibagikan kepada para siswa tidak bisa didistribusikan pada hari tersebut.

Peristiwa itu kemudian direkam dalam sebuah video yang beredar di media sosial dan menjadi perbincangan publik.

Baca Juga: Kesempatan Berkontribusi! Kemendikdasmen Buka Call for Papers JPKP 2026, GRATIS!

Banyak warganet menyoroti persoalan ketepatan waktu dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sejumlah sekolah.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi pelajar di berbagai daerah.

Melalui program ini, siswa mendapatkan makanan bergizi yang dibagikan langsung di sekolah pada waktu tertentu, biasanya saat jam istirahat atau menjelang akhir kegiatan belajar.

Namun dalam praktiknya, distribusi makanan di beberapa wilayah kerap mendapat sorotan karena dinilai tidak tepat waktu.

Keterlambatan distribusi dapat menyebabkan makanan tidak dapat dibagikan kepada siswa, terutama jika kendaraan pengangkut datang setelah kegiatan belajar mengajar selesai.

Baca Juga: Kabar Resmi Kemendikdasmen: Verifikasi Kualifikasi S1/DIV Guru Selesai, Segera Cek Nama Anda dan Lokasi LPTK di Akun SIPKA!

Hal inilah yang terjadi di SMP Negeri 2 Sokaraja Banyumas pada Jumat (6/3/2026).

Dalam video yang beredar, tampak kendaraan pengangkut makanan berhenti di depan gerbang sekolah.

Namun pihak sekolah terlihat tidak menerima distribusi tersebut karena para siswa sudah tidak berada di lingkungan sekolah.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab keterlambatan distribusi makanan di sekolah tersebut.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Melihat Nilai DMS (Digital Management System) di MyASN !

Meski demikian, kejadian ini kembali menjadi pengingat pentingnya koordinasi dan manajemen distribusi yang lebih baik agar program MBG dapat berjalan optimal di berbagai daerah.***