POJOKSATU.id – Kisah pilu dialami seorang nenek tunanetra yang sehari-hari berjualan sayur di pinggir jalan.

Ia menjadi korban penipuan setelah seorang pembeli diduga membayar dagangannya menggunakan uang mainan pecahan Rp100 ribu.

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Puskesmas Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Baca Juga: Gugatan Soal Larangan Merokok Saat Mengemudi Ditolak MK, Usulan Sanksi Kerja Sosial Gugur

Cerita sang nenek menjadi viral setelah videonya diunggah ke media sosial dan memicu simpati luas dari masyarakat.

Dalam video yang beredar, seorang wanita yang merekam kejadian itu terdengar menanyakan langsung kepada sang nenek mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Dengan suara pelan dan tampak menahan sedih, nenek tersebut kemudian menceritakan kejadian yang baru saja ia alami.

Baca Juga: Kasus Noel: Korupsi Jadi SOP Pelayanan Publik

Ia mengatakan sejak pagi sudah berjualan seperti biasa di tepi jalan.

Dagangan yang dibawa pun sederhana, mulai dari pisang, bawang merah, tomat hingga terong.

Semua itu ia jual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Takjil untuk Dibagikan Gratis Saat Ramadan, Murah, Praktis, dan Disukai Banyak Orang

Tak lama kemudian datang seorang pria yang terlihat seperti pembeli pada umumnya. Pria tersebut mulai memilih beberapa barang dagangan.

Ia mengambil pisang, kemudian menambah bawang merah, tomat, dan terong.

Setelah semua barang yang diinginkan terkumpul, pria itu kemudian membayar dengan selembar uang yang disebut bernilai Rp100 ribu.

Karena keterbatasan penglihatan, sang nenek tidak langsung menyadari bahwa uang tersebut bukanlah uang asli.

Namun setelah beberapa saat, ia mulai merasa ada yang janggal. Ketika diperiksa lebih teliti, barulah ia mengetahui bahwa uang yang diterimanya ternyata hanya uang mainan.

Baca Juga: Gugatan Soal Larangan Merokok Saat Mengemudi Ditolak MK, Usulan Sanksi Kerja Sosial Gugur

Saat itu pembeli tersebut sudah pergi membawa seluruh barang yang dibelinya. Sang nenek hanya bisa pasrah karena tidak mampu mengejar atau menuntut kembali dagangannya.

Kisah tersebut langsung menyentuh hati banyak orang setelah videonya menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Kolom komentar pun dipenuhi reaksi emosional dari netizen.

Banyak yang mengaku geram dengan tindakan pelaku yang dianggap tidak memiliki empati.

Baca Juga: Gugatan Soal Larangan Merokok Saat Mengemudi Ditolak MK, Usulan Sanksi Kerja Sosial Gugur

Mereka menilai perbuatan tersebut sangat kejam karena memanfaatkan kondisi seorang nenek yang sudah tua dan memiliki keterbatasan penglihatan.

Selain itu, sebagian netizen juga mempertanyakan kondisi keluarga sang nenek.

Mereka merasa sedih melihat seorang lansia tunanetra masih harus berjualan sendirian demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Hingga kini belum diketahui identitas pelaku dalam kejadian tersebut.***