POJOKSATU.id - Klaim Amerika Serikat dan Israel bahwa Iran bisa ditundukkan dalam waktu singkat kini justru berbalik arah.
Dalam podcast Terus Terang, analis Timur Tengah dan mantan jurnalis perang, Faisal Asegaf, membeberkan bagaimana serangan yang digembar-gemborkan akan rampung dalam empat hari.
Tapi ternyata berubah menjadi operasi panjang yang tak kunjung menunjukkan tanda keberhasilan.
Baca Juga: Rice Cooker Bau? Begini Cara Membersihkannya Sampai Tuntas Tanpa Ribet Reizka Kemala Nazar
Menurut Faisal, perubahan drastis durasi operasi itu mengungkap satu hal penting pihak yang menyerang ternyata tidak siap menghadapi kapasitas balasan Iran.
“Mereka bilang butuh empat hari sekarang empat sampai lima minggu atau lebih,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi itu bukan hanya bentuk keterlambatan strategi, melainkan indikasi bahwa kalkulasi awal Amerika dan Israel jauh meleset.
Baca Juga: Obligasi Keberlanjutan Bank bjb 2026 Resmi Ditawarkan, Rating idAA dan Kupon Menarik
“Ini tanda kekalahan Amerika dan Israel,” tegasnya.
Faisal menjelaskan bahwa sejak hari-hari pertama pertempuran, Iran menunjukkan kemampuan menyerang balik pangkalan-pangkalan AS di kawasan tanpa henti.
Aksi yang terjadi serempak di Irak, Yordania, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, hingga Uni Emirat Arab membuat jalur logistik AS terganggu.
Baca Juga: Sambut Lebaran, Cara Membersihkan Wallpaper Tanpa Merusak Permukaan, dari Debu sampai Jamur
Dalam kondisi seperti itu, narasi bahwa Iran akan mudah dilumpuhkan justru runtuh dengan sendirinya.
Tak berhenti di situ, keterlibatan Hizbullah dan kelompok-kelompok pro-Iran lainnya membuat skenario perang semakin rumit.
Serangan lintas kawasan itu menjadi pukulan besar bagi perencanaan awal Washington dan Tel Aviv yang diyakini mengandalkan kejutan serangan udara untuk menggoyahkan Teheran.
Faisal menilai bahwa kepanikan yang muncul bukan hanya soal teknis militer, tetapi juga tekanan politik dalam negeri.
Dukungan publik di Amerika terhadap kebijakan luar negeri pemerintah terhadap Israel disebut menurun, menambah kompleksitas situasi.
Baca Juga: Rice Cooker Bau? Begini Cara Membersihkannya Sampai Tuntas Tanpa Ribet Reizka Kemala Nazar
Dalam pandangan Faisal, semakin lama perang berjalan, semakin terlihat bahwa AS dan Israel tidak berada dalam posisi unggul seperti klaim awal.
Justru Iran dianggap berhasil mempertahankan struktur politik dan militernya meski kehilangan pemimpin tertinggi di awal konflik.***




