POJOKSATU.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan sikap tegas terkait memanasnya konflik di Timur Tengah.
Partai tersebut mengecam tindakan militer Amerika Serikat dan Israel yang melancarkan serangan bersenjata terhadap Iran.
Wakil Ketua Umum DPP PSI, Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Pemerintah Baru Saja Umumkan Kebijakan THR dan BHR 2026, Begini Detailnya!
“Penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik suatu negara tidak bisa dibenarkan. Kami mengecam serangan AS-Israel terhadap Iran yang telah mencederai hukum internasional,” ujar Isyana dalam keterangan tertulis, dikutip dari psi.id (2/3/2026).
PSI menilai eskalasi konflik yang terjadi saat ini berpotensi semakin meluas dan menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran ketegangan geopolitik.
Situasi tersebut dinilai berisiko mengganggu stabilitas kawasan maupun perdamaian global.
Baca Juga: Ribuan Masjid Bakal Jadi Rest Area Tahun 2026? Begini Penjelasanya!
Sejalan dengan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI, PSI menyerukan agar seluruh pihak menahan diri.
Dialog dan diplomasi disebut sebagai satu-satunya jalan yang dapat ditempuh untuk mencegah konflik semakin memburuk.
“Eskalasi konflik telah terjadi dan sudah merembet ke negara-negara lain. Tidak ada pilihan, semua pihak harus menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi, agar eskalasi konflik tidak makin menjalar ke tempat lain,” lanjut Isyana.
Baca Juga: Dubes Iran Respons Tawaran Mediasi Prabowo, Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS yang Akan Berguna
Selain itu, PSI juga menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator dalam proses perdamaian.
Menurut PSI, sikap tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Partai tersebut berharap komunitas internasional dapat mengedepankan penyelesaian konflik melalui mekanisme hukum internasional serta forum multilateral.
Upaya kolektif dinilai penting agar ketegangan tidak berkembang menjadi konflik berskala lebih luas.
Baca Juga: Viral Protes Kepala SD di Salatiga, Soroti Kualitas dan Transparansi Program MBG
Pernyataan PSI ini menambah daftar respons politik dalam negeri terhadap situasi global yang tengah memanas.
Dengan posisi Indonesia sebagai negara nonblok dan pendukung perdamaian, peran diplomasi dinilai menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas dunia.***




