POJOKSATU.id - Fenomena alam langka akan menghiasi langit Indonesia pada 3 Maret 2026.

Gerhana Bulan Total yang diprediksi berlangsung mulai malam hingga jelang dini hari itu bertepatan dengan 13 Ramadan 1447 H.

Momen yang tidak selalu terjadi bersamaan ini mendapat sorotan khusus dari Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Baca Juga: Kemenag akan Mengelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan bahwa gerhana bulan bukan sekadar peristiwa astronomi yang menarik perhatian masyarakat.

Melainkan juga memiliki dimensi spiritual yang penting dalam ajaran Islam.

“Gerhana bulan adalah tanda kebesaran Allah Swt. Karena itu, kami mengimbau umat Islam di wilayah yang mengalaminya untuk melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk ibadah dan muhasabah diri,” ujarnya dikutip Pojoksatu.id dari kemenag.go.id.

Baca Juga: Kebijakan Kemenag dalam Mengatur Kelancaran Ibadah Nyepi dan Idulfitri Jika Terjadi Jeda Waktu Dekat

Kemenag mengingatkan bahwa pelaksanaan salat khusuf dapat dilakukan secara berjemaah di masjid-masjid, dengan waktu menyesuaikan fase gerhana di masing-masing daerah.

Pengurus masjid dan pemerintah daerah diminta berkoordinasi agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan informatif bagi masyarakat.

Selain salat, umat juga dianjurkan memperbanyak zikir, doa, serta introspeksi diri.

Baca Juga: Kemenag akan Mengelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026

Momentum Ramadan dianggap memperkuat makna spiritual gerhana tahun ini.

Dengan durasi gerhana yang diperkirakan cukup panjang, masyarakat diprediksi akan memiliki kesempatan mengamati fenomena blood moon yang terjadi saat fase total.

Sejumlah lembaga astronomi dan ormas Islam juga telah mengeluarkan panduan tambahan untuk membantu umat memahami waktu terjadinya gerhana.

Penjelasan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan publik di tengah maraknya informasi tidak akurat yang kerap beredar menjelang fenomena alam besar.

Kemenag berharap masyarakat menyambut peristiwa ini dengan suasana tenang, penuh kekhusyukan, dan menjadikannya bagian dari rangkaian ibadah Ramadan.

Baca Juga: Kemenag akan Mengelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H pada 19 Maret 2026

Gerhana yang hadir sekali dalam beberapa tahun ini kembali mengingatkan manusia bahwa langit pun bergerak atas ketentuan Sang Pencipta.***