POJOKSATU.ID - Kemensos melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi menunjukkan langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dengan menyelenggarakan program khitanan gratis.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (25/2/2026) ini bertempat di Rumah Sakit Bhakti Husada Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan diikuti oleh sepuluh anak dari keluarga penerima manfaat.
Suasana di lokasi kegiatan tampak dipenuhi keceriaan sekaligus rasa tegang dari para peserta yang antusias menunggu giliran sejak pagi hari.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril, setiap anak yang telah menjalani proses khitan membawa pulang berbagai bingkisan, mulai dari perlengkapan ibadah seperti sarung dan sejadah, perlengkapan sekolah, obat-obatan, hingga mainan dan makanan ringan.
Program ini bukan hanya merupakan rutinitas medis, melainkan bagian dari komitmen besar pemerintah untuk memperluas akses kesehatan bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Melalui inisiatif ini, negara hadir untuk memastikan bahwa anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah tetap mendapatkan hak kesehatan yang layak dan aman tanpa harus terbebani oleh biaya.
Salah satu peserta dalam kegiatan ini adalah putra kedua dari seorang ibu tunggal bernama Jihad.
Kehadirannya dalam acara ini membawa kisah perjuangan hidup yang penuh tantangan.
Sebagai penyintas kekerasan dalam rumah tangga di masa lalu, Jihad kini harus berjuang sendirian menghidupi keluarga kecilnya dengan berjualan gorengan keliling setelah suaminya meninggal dunia.
Keluarga ini juga harus menghadapi tantangan sosial yang berat.
Anak-anak Jihad kerap mengalami perundungan dari lingkungan sekitar, bahkan sempat mengalami luka fisik dan trauma psikis yang mendalam.
Tekanan sosial dan ejekan yang diterima membuat anak-anaknya cenderung menarik diri dari pergaulan dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah.
Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan tekanan sosial, semangat Jihad untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya tidak luntur.
Baginya, program khitanan gratis dari Kementerian Sosial ini merupakan bantuan yang sangat berarti dan meringankan beban finansial yang selama ini ia pikul sendiri.
Kegiatan ini menjadi pengingat penting bagi publik bahwa di tengah masyarakat masih banyak keluarga yang berjuang dalam kondisi sulit.
Kehadiran program seperti ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh kembang dengan optimal, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial terhadap sesama yang membutuhkan.***




