POJOKSATU.id, SUKABUMI - Warga Sukabumi bernama Aknes curhat ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Melalui rekaman video, Aknes meminta bantuan Kang Dedi Mulyadi (KDM) turun tangan mengatasi persoalan yang dihadapinya.
Dalam rekaman video berdurasi 53 detik yang diunggah melalui akun Instagram @pojoksatu.id pada Kamis 26 Februari 2026, Aknes membeberkan persoalan yang dia hadapi.
Aknes mengaku menjual tanah senilai Rp14 miliar sejak dua tahun lalu, tetapi sampai sekarang belum juga dibayarkan. Padahal, dia sudah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) di depan notaris.
"Saya sudah menjual lahan di daerah Cianjur Jawa Barat seluas 5 hektar dengan total harga Rp 14 miliar ke pihak bank di Bandung, Jawa Barat. Kami sudah proses PPJB di notaris yang sudah ditentukan oleh pihak bank," ujar Aknes.
"Saya juga sudah menyerahkan jaminan sertifikat ke pihak bank. Saya juga sudah melakukan pelepasan hak lahan saya ke pihak bank. Semua proses itu saya lakukan sesuai permintaan dari pihak bank," tambah Aknes.
Ia mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan pihak bank dengan harapan pencairan bisa segera dilaksanakan. Terlebih pihak bank menjanjikan bahwa pencairan dilakukan setelah menandatangani PPJB.
"Faktanya sampai sekarang ini sudah berjalan 2 tahun pihak bank tidak pernah melakukan kewajiban pembayaran lahan ke saya dengan berbagai macam alasan," kata Aknes.
Aknes lalu meminta bantuan tim Hukum Jabar Istimewa untuk menangani persoalan yang dihadapinya.
"Karena saya punya bukti-bukti dokumen jelas, maka urusan saya ini sejak bulan September 2025 sudah dihandle oleh team hukum Jabar Istimewa yang ada di Bandung," katanya.
Tim hukum Jabar Istimewa kemudian mendampingi Aknes untuk bertemu dengan pihak bank di Cileunyi Bandung pada 17 November 2025.
Dalam pertemuan itu diputuskan pihak bank akan membayar DP kepada Aknes sebesar Rp2,5 miliar pada tanggal 28 Desember 2025.
"Tapi faktanya sampai sekarang ini pihak bank tetap belum juga membayar lahan saya. Saya hanya disuruh menunggu," jelasnya.
"Saya bingung dan heran apakah pihak bank ini yang tidak respect terhadap team hukum Jabar Istimewa Bandung atau ada penyebab lainnya yang saya tidak tahu?," katanya lagi.
Atas dasar itulah, Aknes memutuskan membuat video curhat untuk dikirimkan kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM) selaku Gubernur Jawa Barat.
"Harapannya permasalahan saya yang sudah dua tahun ini bisa langsung dibantu oleh Bapak Gubernur KDM," pungkas Aknes. ***



