POJOKSATU.ID - SD Muhammadiyah 1 Temanggung memutuskan menghentikan keikutsertaan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah kembali menerima makanan yang diduga basi.
Kejadian ini menjadi yang kedua kalinya sekolah tersebut mendapatkan pasokan menu yang dinilai tidak layak konsumsi.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Temanggung, Triana Widiastuti, menyatakan secara tegas bahwa pihaknya tidak akan lagi menerima distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giyanti.
Baca Juga: Saat Rumah Kosong Ditinggal Umrah, Api Melahap Aspol Pekanbaru, Kendaraan Mewah Jadi Korban
“Saya tetap akan menolak. Sudah trauma saya karena ini sudah kejadian yang kedua,” ujar Triana, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com (25/2/2026).
Insiden terbaru terjadi pada Senin, 23 Februari 2026. Saat itu, paket makanan kering yang dibagikan kepada siswa terdiri dari roti meses, kurma, telur rebus, serta susu Ultra High Temperature (UHT).
Triana menjelaskan, sebelum didistribusikan kepada para siswa, pihak sekolah sempat melakukan pengecekan sampel makanan pada pagi hari.
Baca Juga: Waspada Daerah Banjir Pesisir di Jakarta! Fenomena Perigee Mengancam Hingga 1 Maret 2026
Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda kejanggalan.
Namun setelah makanan dibagikan kepada 808 siswa dan 60 guru, muncul laporan bahwa sebagian menu dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Temuan ini membuat pihak sekolah kembali merasa kecolongan.
Menurutnya, pengalaman serupa sebelumnya sudah cukup membuat pihak sekolah waswas.
Kejadian berulang inilah yang akhirnya mendorong manajemen sekolah mengambil sikap tegas demi melindungi kesehatan peserta didik.
Keputusan menolak program MBG diambil sebagai langkah pencegahan agar risiko serupa tidak kembali terjadi.
Pihak sekolah menilai keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program gizi bagi anak-anak.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri bertujuan untuk meningkatkan asupan nutrisi siswa guna menunjang kesehatan dan konsentrasi belajar.
Baca Juga: Laporan Menggunung! BGN Bongkar Banyak SPPG Teriak 'Dipaksa' Beli Bahan Baku Mark-Up
Namun dalam praktiknya, sejumlah kasus temuan makanan basi maupun dugaan keracunan di berbagai daerah memicu kekhawatiran orang tua dan pihak sekolah.
Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak penyedia terkait evaluasi distribusi makanan tersebut.
Sementara itu, SD Muhammadiyah 1 Temanggung memastikan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan siswa dalam setiap kebijakan yang diambil.
Baca Juga: Rekomendasi Film dan Serial Religi Terbaru untuk Menemani Waktu Ngabuburit Puasa Ramadhan
Kasus ini kembali menjadi perhatian publik dan menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas serta distribusi makanan dalam program nasional, terutama yang menyasar anak usia sekolah.***




