POJOKSATU.ID – Wajah baru kawasan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai terlihat.
Sebanyak 109 tiang monorel yang selama bertahun-tahun terbengkalai kini resmi tuntas dibongkar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa proses pembongkaran telah rampung sepenuhnya.
Baca Juga: Peran Strategi Pemasaran WhatsApp dalam Mendorong Pertumbuhan UMKM
Dengan selesainya pekerjaan tersebut, Pemprov DKI bersiap memulai penataan ulang kawasan yang dikenal sebagai salah satu koridor bisnis utama di ibu kota.
“Saya juga bersyukur, mengucapkan terima kasih kepada Bina Marga bahwa tiang monorel yang berjumlah 109, sekarang ini per hari Sabtu kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan,” ujar Pramono, dikutip pojoksatu.id dari MetroTV Selasa (24/2/26).
Pembongkaran tiang monorel ini menjadi langkah simbolis sekaligus strategis.
Baca Juga: Buruh Menjerit THR Tetap Dipajaki, Menkeu Purbaya Akui Masih Tunggu Arahan Presiden Prabowo
Proyek monorel yang sempat digadang-gadang sebagai solusi transportasi massal itu mangkrak dan menyisakan struktur beton di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Selama bertahun-tahun, tiang-tiang tersebut menjadi sorotan publik karena dianggap mengganggu estetika kota dan ruang jalan.
Dengan hilangnya tiang-tiang tersebut, Pemprov DKI kini memiliki ruang lebih luas untuk melakukan revitalisasi kawasan.
Baca Juga: 250 UMKM Terdampak Bencana di Sumut Resmi Akad KUR, Kementerian UMKM Turun Langsung!
Rencana penataan meliputi pembangunan pedestrian yang lebih nyaman, perbaikan sistem drainase, serta penambahan ruang terbuka hijau.
Pramono menyebut, penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan sekaligus mendukung aktivitas warga dan pekerja di kawasan bisnis tersebut.
Rasuna Said selama ini dikenal sebagai pusat perkantoran, kedutaan besar, dan aktivitas ekonomi penting di Jakarta Selatan.
Penataan pedestrian akan difokuskan pada kenyamanan pejalan kaki, termasuk aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, sistem drainase juga akan diperbaiki guna meminimalisir potensi genangan saat hujan deras.
Baca Juga: Profesi Penuh Tantangan, Apa Saja Risiko Kecelakaan Kerja Teknisi dan Dampak Parahnya?
Langkah pembongkaran 109 tiang monorel ini pun mendapat respons positif dari sejumlah warga.
Banyak yang menilai kawasan Rasuna Said kini terlihat lebih lega dan rapi dibanding sebelumnya.
Meski demikian, Pemprov DKI menegaskan bahwa pekerjaan belum sepenuhnya selesai.
Baca Juga: Mahfud MD Bongkar Mafia Hukum! Eksekusi Tanah Sebut Bisa Dimintai Rp1 Miliar!
Tahap berikutnya adalah memastikan penataan kawasan berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Rampungnya pembongkaran tiang monorel ini sekaligus menjadi penutup babak panjang proyek yang sempat menjadi polemik di Jakarta.
Kini, fokus pemerintah daerah beralih pada upaya menghadirkan ruang publik yang lebih tertata, hijau, dan ramah bagi seluruh warga ibu kota.***




