POJOKSATU.id - Anwar Satibi, ayah NS yang merupakan korban dugaan kasus penganiayaan oleh ibu tirinya mengungkapkan cita-cita sang anak. 

Anwar mengatakan jika anak berusia 12 tahun itu memiliki keinginan menjadi kiai. Selama ini NS diketahui tinggal di pondok pesantren. 

Namun, cita-cita tersebut harus terkubur, karna NS meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026). 

Baca Juga: Calon Mahasiswa Wajib Simak! Ini Cara Daftar KIP Kuliah untuk PTKIN Kemenag

Sambil terisak, Anwar kembali mengingat cita-cita anaknya yang ingin menjadi seorang kiai di masa depan nanti.

“Beda dari orang lain, dia ingin jadi kiai. Itu yang membuat saya sakit,” ucap Anwar dikutip Sabtu (21/2/2026). 

Ia juga menceritakan anaknya itu bahagia saat dirinya memberi uang saku Rp50.000 sebelum kembali ke pondok.

Baca Juga: Anggota Brimob Tual Pukul Siswa Pakai Helm Hingga Tewas Kini Ditetapkan Tersangka

“Kemarin saat saya pulang dari Sukabumi, saya kasih uang Rp50 ribu, ‘Alhamdulillah untuk bekal di pesantren,’” tambahnya.

Menurut pengakuan Anwar, anaknya sudah menjadi santri di pondok pesantren selama setahun terakhir.

“Setahun ini pas mau masuk SMP, dulunya bareng (serumah),” tuturnya lagi.

Baca Juga: Bukan Sekadar Aspal! Ini Deretan Inovasi di Tol Becakayu, Jembatan Ogan, dan Tol Pasuruan–Probolinggo

Anwar juga berharap kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan istrinya kepada NS, akan diselesaikan dengan jalur hukum.

“Harapan saya kalau memang ini terbukti, selesai dengan hukum. Biar jadi efek jera untuk seluruh umat karena kita harus ingat negara kita ini negara hukum,” kata Anwar.

“Apapun perlakuan di muka bumi ini tentu harus dipertanggungjawabkan secara hukum, jadi jangan semena-mena,” tegasnya.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Pendaftaran Mudik Gratis DKI Dibuka Pendaftaran 22 Februari 2026, Ini Daftar Lengkap Tujuannya

Kasus NS yang terjadi di Desa Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini ramai di sosial media. 

Diketahui bahwa Anwar pernah melaporkan istrinya karna dugaan kasus kekerasan terhadap anaknya.

“Sebelumnya dulu juga pernah terjadi penganiayaan, saya laporkan, cuma istri saya datang memohon, sujud ke saya dan akhirnya saya minta saran ke Pak Asep dan tidak ada salahnya memaafkan siapa tahu berubah,” terangnya.

Baca Juga: PDB Per Kapita Naik, Tapi Gaji Tak Ikut? Ini Penjelasan yang Sebenarnya

Saat itu, istrinya juga membuat surat pernyataan terkait insiden tersebut.

“Dibikinkan surat pernyataan dan video pernyataan, dan sebetulnya laporan tersebut belum dicabut. Itu setahun yang lalu, kelas 6 SD kan sekarang kelas 1 SMP,” tambahnya.

Adapun untuk penyelidikan lanjutan, autopsi kepada NS telah dilakukan dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Jakarta.

Baca Juga: Buruan Pesan! Diskon Tiket Pesawat Domestik, Pajak PPN Ditanggung Pemerintah Jelang Lebaran 2026

Hasil sementara diketahui ada beberapa luka bakar yang tersebar di tubuh NS serta pembengkakan pada jantung dan paru-paru korban. ***