POJOKSATU.ID - Pesawat kargo milik Pelita Air dengan registrasi AT PK-PAA dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Pa’ Ramayo, dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 12.33 Wita.

Pesawat tersebut diketahui tengah menjalankan penerbangan charter untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari Tarakan menuju wilayah pedalaman Krayan.

Distribusi BBM ke daerah terpencil memang kerap mengandalkan jalur udara karena keterbatasan akses darat.

Baca Juga: Bumi Berseru Fest 2025: Telkom Pilih 43 Inisiatif Hijau Terbaik dari Seluruh Indonesia

Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna, membenarkan insiden tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan armada charter perusahaan yang melayani pengiriman kargo.

“Penerbangan tersebut merupakan layanan kargo pengangkut bahan bakar. Saat ini kami sampaikan bahwa proses investigasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sedang berlangsung,” ujar Patria, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com.

Baca Juga: Musim Hujan Datang, Ini Cara Tepat Merawat Sepeda Motor Agar Tetap Prima dan Aman

Menurut informasi awal, pesawat hanya diawaki satu pilot tanpa awak kabin maupun penumpang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait kondisi pilot maupun penyebab jatuhnya pesawat.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Nunukan, Sunarwan, menuturkan bahwa pesawat tersebut membawa BBM dari Tarakan untuk kebutuhan masyarakat di pedalaman Krayan.

Baca Juga: Ngeri! Korban Bunuh Diri Ditemukan Membusuk di Area Universitas Padjadjaran Jatinangor, Diduga Sudah 7 Hari Gelantungan

Wilayah Krayan dikenal sebagai kawasan perbatasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Distribusi logistik, termasuk BBM dan kebutuhan pokok, sangat bergantung pada transportasi udara.

Tim gabungan dari aparat keamanan dan instansi terkait dilaporkan tengah melakukan upaya koordinasi untuk menuju lokasi kejadian.

Namun, medan pegunungan yang terjal dan cuaca di dataran tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi dan investigasi.

Pihak maskapai menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan penyelidikan.

Baca Juga: Bertepatan HUT Kelurahan, Pertamina Regional JBB Dorong Kapasitas Warga Jaga Ekosistem Pesisir

Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan kru serta mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

Insiden ini menjadi perhatian publik, mengingat pentingnya jalur udara dalam menopang distribusi energi dan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.***