POJOKSATU.id – Viral Kericuhan kecil namun membuat seluruh penumpang ikut tegang terjadi di dalam bus Muji Jaya tujuan Pulogebang.

Kejadian ini viral setelah videonya beredar dan ramai dibahas warganet.

Dalam rekaman yang dikutip Pojoksatu.id dari Instagram @diswaydotid, terlihat seorang bapak bersikeras duduk di kursi nomor 6.

Baca Juga: Kesalahan Fatal di Dapodik yang Bisa Menghambat TPG 2026, Guru Lulusan PPG 2025 Perlu Segera Lakukan Verifikasi Ini

Padahal seat tersebut sudah dipesan penumpang lain yang naik dari Terminal Pulogebang.

Situasi mulai memanas ketika penumpang yang berhak atas kursi itu naik dan menegur sang bapak.

Namun bukannya pindah ia justru berupaya mempertahankan posisinya.

Baca Juga: Jelang Ramadan 1447 H, Harga Cabai Rawit Capai Rp83.850 per Kg, Bawang hingga Daging Ikut Naik

Ia sempat menyebut lawan bicaranya ruwet, sementara penumpang lain tampak mulai terusik karena bus tak kunjung diberangkatkan.

Tak lama agen bus turun tangan melakukan pengecekan manifest.

Hasilnya jela  kursi yang tertera di tiket sang bapak adalah CD–CB bukan nomor 6.

Baca Juga: SKTP Februari 2026 Resmi Terbit untuk Lulusan PPG 2025, Tunjangan Profesi Guru Dibayar Rapel? Ini Timeline Pencairan dan Cara Cek Agar Tidak Terlewat

Pihak agen juga sudah menjelaskan dengan sabar bahwa kursi yang ia duduki memiliki selisih harga sekitar Rp20.000 dibandingkan kursi aslinya.

Meski demikian, pria tersebut tetap menolak pindah dengan alasan yang terdengar tidak jelas bagi penumpang lain.

Adu argumen berlangsung cukup lama hingga membuat suasana di dalam bus ikut panas.

Para penumpang mulai gelisah karena jadwal keberangkatan molor karena telat parah.

Setelah proses mediasi alot, barulah sang bapak bersedia pindah ke kursi yang sesuai nomor tiketnya.

Baca Juga: SKTP Februari 2026 Resmi Terbit untuk Lulusan PPG 2025, Tunjangan Profesi Guru Dibayar Rapel? Ini Timeline Pencairan dan Cara Cek Agar Tidak Terlewat

Meski akhirnya selesai tanpa insiden lebih besar, kejadian ini memancing berbagai komentar dari netizen

Banyak yang menyayangkan sikap keras kepala penumpang tersebut, apalagi hanya karena selisih harga yang tak seberapa.

Namun setidaknya, perjalanan akhirnya bisa dilanjutkan.***