POJOKSATU.id – Viral Warga Dusun Purworejo, Kecamatan Ngrayun terpaksa mengambil langkah sendiri soal Jembatan Sungai Jabak putus diterjang banjir lebih dari satu bulan lalu.

Tidak adanya penanganan resmi membuat aktivitas warga lumpuh terutama pelajar, pedagang, dan lansia yang setiap hari bergantung pada jembatan tersebut.

Baca Juga: SKTP Februari 2026 Diperkirakan Terbit 19–20 Februari, Ini Penjelasan Admin DBL Soal Proses Verifikasi yang Sering Disalahpahami

Di tengah kondisi serba terbatas, masyarakat akhirnya bergotong royong membangun jembatan kerek darurat agar jalur penghubung tetap bisa dilalui.

Pembangunan ini bukan proyek instansi pemerintah, melainkan hasil iuran sukarela warga yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp10 juta.

Material seadanya mereka rangkai menjadi penghubung darurat, demi memastikan anak sekolah tetap bisa berangkat dan kebutuhan warga tetap bergerak.

Baca Juga: Truk Tangki Kebakaran di Tol Tol Cikopo-Palimanan, Percikan Api Diduga Berasal dari Roda Belakang

Setiap hari warga harus menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung sederhana, termasuk mereka yang sedang sakit atau membutuhkan akses cepat ke fasilitas kesehatan.

Risiko jatuh dan terseret arus sungai menjadi ancaman nyata.

Namun sampai kini, itulah satu-satunya cara mereka bertahan.

Baca Juga: Ngabuburit Produktif Jelang Ramadhan, Ini 15 Rekomendasi Buku yang Bikin Waktu Menanti Azan Lebih Bermakna

Warga berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi jangka panjang.

Sebab jembatan itu menjadi tonggak kehidupan yang menopang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Ketiadaan penanganan membuat situasi semakin mengkhawatirkan, karena musim hujan juga belum berakhir.

Warga menegaskan bahwa gotong royong dan patungan bukan bentuk protes melainkan upaya menyelamatkan diri sementara menunggu kebijakan nyata dari pemerintah.***