POJOKSATU.id – Kisah memilukan dialami Norida Akmal Ayob, warga negara Malaysia yang harus bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan di Lombok selama hampir dua dekade.
Pemerintah Malaysia mendadak heboh setelah mengetahui bahwa warganya itu hidup terlunta-lunta tanpa dokumen lengkap, terpisah dari keluarga.
Serta bekerja dengan upah minim demi bisa makan sehari-hari.
Informasi mengenai kondisi Norida baru mencuat setelah keluarganya di Bukit Sapi, Lenggong, melaporkan keberadaannya kepada otoritas Malaysia.
Mereka mengaku hilang kontak bertahun-tahun dan tidak mengetahui nasib Norida.
Laporan itu kemudian sampai ke pejabat tinggi Malaysia dan langsung memicu tindakan cepat.
Baca Juga: Mengapa Indonesia Kerap Berbeda Awal Puasa dan Lebaran? Inilah Sebabnya!
Dikutip PojokSatu.id dari kumparan, Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Dr Shamsul Anuar Nasarah menyatakan pihaknya terkejut.
Saat mengetahui bahwa Norida hidup dalam tekanan dan kemiskinan ekstrem setelah ditinggal suaminya yang berasal dari Indonesia.
Dalam keterangan resminya, Shamsul menyebut pemerintah segera menurunkan tim khusus untuk menjemput Norida dari Lombok dan mengurus seluruh dokumen kepulangannya.
Baca Juga: VIRAL Tabungan Siswa SD Rp2,5 Miliar Hilang, KDM Siap Turun Tangan Bongkar Dalangnya!
Selama bertahun-tahun, Norida disebut tinggal di tempat sederhana dan bekerja menyapu jalan dengan penghasilan yang nyaris tak cukup.
Kondisinya semakin berat karena ia mengaku hidup dalam ketakutan akibat tekanan dari mantan suami.
Situasi itu membuatnya tidak bisa kembali ke Malaysia meski sangat ingin pulang.
Upaya pemulangan dilakukan secara terkoordinasi oleh Wisma Putra, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, serta otoritas imigrasi Indonesia.
Norida akhirnya diterbangkan pulang pada Sabtu, 14 Februari 2026, bersama salah satu anaknya.
Kedatangannya di KLIA2 disambut haru oleh keluarga yang sudah lama menunggu.
Kisah Norida menjadi sorotan publik Malaysia dan Indonesia, sekaligus mengingatkan pentingnya perlindungan warga negara yang berada di luar negeri.
Kini, pemerintah Malaysia memastikan Norida akan mendapatkan pendampingan dan dukungan untuk memulai kembali hidupnya setelah 18 tahun berada dalam kesulitan.***




