POJOKSATU.id - Tak lama lagi umat Islam di Indonesia akan memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Mengawali bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa agar diberi keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menjalankan ibadah selama bulan yang mulia ini.

Rasulullah saw mengajarkan sejumlah doa yang bisa dibaca saat memasuki awal Ramadhan.

Salah satu doa diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani dan Imam Ad-Dailami, sebagaimana dikutip dari NU Online dalam artikel berjudul Doa Awal Bulan Ramadhan.

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ

Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.

Baca Juga: Wacana Kembalikan UU KPK ke Versi Lama, Eks Penyidik Sentil Jokowi Jangan Sekadar Gimik Politik

Artinya, “Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadhan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan.”

Selain doa tersebut, ada pula doa lain yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud sebagai berikut:

هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ (مرتين)، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ (ثَلاث مرات)، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا ، وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا

Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu bil ladzī khalaqaka (3 kali), alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā, wa jā’a bi syahri kadzā.

Artinya, “Bulan petunjuk dan kebaikan (2 kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (3 kali). Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan itu, dan mendatangkan bulan ini,” (HR Abu Dawud).

Di samping itu, Syekh Ibnu Hajar al-Haitami juga menyampaikan redaksi doa awal Ramadhan dalam kitab Ithafu Ahlil Islam bi Khushushiyyatish Shiyam.

اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ

Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīmi. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a‘ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.

Baca Juga: Resmi Dibuka! Mudik Gratis PELNI untuk 800 Orang, Cuma Butuh NIK Aktif dan Akun PELNI Mobile

Artinya, “Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah yang Maha Agung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini (Ramadhan). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan mahsyar.”

Membaca doa di awal Ramadhan bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk kesiapan spiritual untuk menyambut bulan penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan.

Di momen inilah umat Islam memohon agar diberi kekuatan menjalani puasa, memperbanyak ibadah, serta dijauhkan dari segala bentuk maksiat.

Ramadhan selalu hadir sebagai kesempatan memperbaiki diri. Maka, menyambutnya dengan doa adalah cara paling indah untuk membuka lembaran baru, berharap setiap detik di bulan suci ini menjadi jalan pulang menuju ridha-Nya.***