POJOKSATU.id–Dalam satu dekade terakhir, Indonesia berkali-kali diguncang tragedi laut yang menelan banyak korban jiwa.
Meski terjadi di lokasi berbeda, pola penyebabnya menunjukkan kemiripan: kelalaian, cuaca ekstrem, dan buruknya standar keselamatan.
Berikut enam peristiwa paling menghebohkan yang terus diingat publik, termasuk kejadian terbaru KM Selebes di Teluk Bone.
1. KM Sinar Bangun – Tragedi dan Luka Panjang di Danau Toba
Juni 2018, KM Sinar Bangun karam di Danau Toba setelah mengangkut penumpang melebihi kapasitas.
Manifest hanya memuat 43 nama, namun ratusan berada di atas kapal saat angin kencang menghantam.
Baca Juga: Data Bantuan Sosial Makin Akurat! DTSEN Satukan DTKS, BPJS, Dukcapil, hingga PLN
Sebanyak 168 orang hilang, menjadikannya salah satu tragedi pelayaran terbesar di Indonesia.
Media nasional dan internasional menyoroti kelalaian sistem manifest dan lemahnya pengawasan operator kapal.
2. KM Marina Baru 2B – Gelombang Tinggi Mengguncang Teluk Bone (2015)
Desember 2015, KM Marina Baru 2B tenggelam akibat cuaca ekstrem.
Ombak setinggi beberapa meter membuat kapal terbalik saat perjalanan dari Kolaka menuju Siwa.
Sebanyak 65 orang tewas, puluhan lainnya ditemukan setelah pencarian hari keempat.
Tragedi ini menjadi pengingat penting betapa peringatan cuaca dari BMKG kerap diabaikan.
3. KM Lestari Maju – Tenggelam Saat Upaya Darurat (2018)
Tragedi Selayar pada Juli 2018 terjadi saat KM Lestari Maju mengalami kebocoran lambung.
Baca Juga: VIRAL Kapal KM Selebes Terbalik di Teluk Bone! Penumpang Sampai Terombang-ambing!
Kapal mencoba diarahkan ke daratan, namun kemiringan semakin parah hingga tenggelam sebagian.
Sebanyak 36 orang tewas, termasuk anak-anak. Penyelidikan otoritas menemukan masalah teknis dan keputusan berlayar yang dinilai berisiko.
4. KM Zahro Express – Kebakaran Hebat di Kepulauan Seribu (2017)
Baca Juga: VIRAL Kapal KM Selebes Terbalik di Teluk Bone! Penumpang Sampai Terombang-ambing!
Awal 2017, kapal wisata Zahro Express terbakar hebat di ruang mesin sebelum terbalik.
Kepanikan terjadi ketika api menyebar cepat dan penumpang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.
Sebanyak 23 orang tewas, sebagian besar akibat terjebak asap dan lompatan darurat. Kasus ini menegaskan lemahnya standar keselamatan kapal wisata.
5. KM Selebes – Terbalik di Teluk Bone, Semua Penumpang Diselamatkan (2026)
Baca Juga: Data Bantuan Sosial Makin Akurat! DTSEN Satukan DTKS, BPJS, Dukcapil, hingga PLN
Peristiwa terbaru ini terjadi saat KM Selebes terbalik dihantam gelombang tinggi dalam perjalanan dari Bajoe menuju Boepinang.
Beruntung, seluruh penumpang berhasil diselamatkan oleh nelayan yang melihat kapal mulai kehilangan keseimbangan.
Meski tanpa korban jiwa, kejadian ini kembali menunjukkan bahaya pelayaran di musim cuaca ekstrem dan pentingnya membaca peringatan dini BMKG.
6. KMP Tunu Pratama Jaya – Selat Bali yang Mencekam (2025)
Pada 2025, kapal RORO ini tenggelam setelah air masuk ke ruang mesin hingga mematikan seluruh sistem kapal.
Gelombang tinggi membuat kapal terbalik dalam waktu singkat.
Sedikitnya 19 orang tewas, puluhan hilang. Media internasional menyoroti kecepatan kapal tenggelam dan lambatnya respons kapal lain yang berada di jalur yang sama.
Itulah deretan kejadian kapal laut di Indonesia, hal ini menjadi pengingat bahwa banyak sekali ancaman dari kurangnya pengawasan hingga cuaca yang buruk.***




