POJOKSATU.id - Isu keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya dijawab langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam acara Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13/2/2026.

Ia mengakui adanya laporan gangguan kesehatan dari penerima manfaat program tersebut.

"Kita mengakui terdapat 28 ribu katakanlah penerima manfaat yang mengalami gangguan dari makanan itu dengan berbagai sebab,"

Baca Juga: Ketar Ketir! Utang RI Nyaris Rp10 Ribu Triliun, Purbaya Sampai Bilang Pilihannya Bangkit atau Ulang 1998?

kata Prabowo dikutip Pojoksatu.id dari Sekretariat Presiden 13/2/2026.

Program MBG sendiri telah mendistribusikan sekitar 4,5 miliar porsi makanan kepada kurang lebih 60 juta penerima manfaat mulai dari pelajar hingga ibu hamil.

Program yang sangat besar ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperbaiki kualitas gizi nasional dan menekan angka stunting.

Baca Juga: Transformasi Digital Madrasah Dimulai: AI Teaching Power Latih Guru Kuasai Teknologi Masa Kini

Meski angka 28 ribu terdengar cukup besar Prabowo menegaskan bahwa secara statistik jumlah tersebut sangat kecil dibanding total porsi yang telah dibagikan.

"(Sebanyak) 28 ribu ini sebagian besar tidak perlu dirawat, hanya sebagian kecil, dan 28 ribu ini dibandingkan 4,5 miliar statistiknya adalah 0,0006%,"

"berarti ini adalah 99,9994%. Berarti in reality ini harus dikatakan suatu usaha yang berhasil," tegas Prabowo.

Baca Juga: Ketar Ketir! Utang RI Nyaris Rp10 Ribu Triliun, Purbaya Sampai Bilang Pilihannya Bangkit atau Ulang 1998?

Jika dihitung berdasarkan total distribusi 4,5 miliar porsi, angka tersebut memang setara dengan 0,0006 persen.

Pemerintah menyebut tingkat keberhasilan program mencapai 99,9994 persen.

Meski demikian evaluasi tetap dilakukan, pemerintah memastikan pengawasan kualitas makanan, standar kebersihan dapur, serta sistem distribusi akan terus diperketat.***