POJOKSATU.id - Di balik paket bantuan yang akhirnya sampai ke tangan anak-anak korban bencana, ada perjalanan panjang yang harus dilalui para relawan.

Itulah yang dialami tim Gerakan Anak Negeri (GAN) saat menjalankan misi kemanusiaan di Aceh.

Pada hari pertama kegiatan, Senin (9/2), tim GAN menempuh perjalanan darat selama kurang lebih delapan jam sebelum tiba di titik kedua penyaluran bantuan, Desa Karieng, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Rombongan baru sampai sekitar pukul 21.45 WIB.

Baca Juga: Peduli Palestina, Pemkab Karawang Salurkan Ambulans dan Dana Ratusan Juta Rupiah

Perjalanan tersebut dimulai sejak pagi hari dari Aceh Tamiang, titik awal penyaluran bantuan.

Sepanjang perjalanan, tim bergerak secara maraton dengan jarak tempuh yang panjang serta kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.

Meski begitu, perjalanan tetap dilanjutkan demi menuntaskan misi penyaluran 1.000 paket seragam dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak bencana di Sumatera.

Baca Juga: Saat Atap Seng Masih Mendominasi, Koperasi Merah Putih Kini Diminta Produksi Genteng untuk Program Nasional

Tantangan terbesar dihadapi tim advance saat melintasi Jembatan Kuta Blang.

Jembatan itu saat ini masih menggunakan jembatan Bailey, jembatan sementara yang dibangun oleh TNI Angkatan Darat. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan harus diberlakukan satu arah secara bergantian.

“Kami harus mengantre sekitar satu jam untuk bisa menyeberang. Karena jembatannya sementara, kendaraan tidak bisa melintas bersamaan,” kata Koordinator Tim Gerakan Anak Negeri, Iqbal Muhammad.

Baca Juga: VIRAL Prosesi Pemakaman Seorang Pria 290 Kg di Jepara, Crane Sampai Turun Tangan Demi Bisa Dimakamkan

Antrean panjang dan waktu tempuh yang melelahkan tak lantas mematahkan semangat para relawan.

Bagi mereka, perjalanan ini adalah bagian dari tanggung jawab moral agar bantuan pendidikan benar-benar sampai ke anak-anak yang membutuhkan.

“Capek pasti ada, tapi ini komitmen kami. Setiap kilometer yang kami lewati adalah upaya supaya 1.000 paket seragam sekolah ini bisa sampai dan memberi semangat baru bagi anak-anak untuk tetap bersekolah,” ujar Iqbal.

Baca Juga: Bekasi Luncurkan Trans Beken, Dorong Warga Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Setibanya di Desa Karieng pada malam hari, tim Gerakan Anak Negeri langsung berkoordinasi di posko sebelum beristirahat. Rangkaian penyaluran bantuan di wilayah Aceh dijadwalkan berlanjut pada Selasa (10/2). ***