POJOKSATU.id – Sebuah pertemuan mendadak dan terbatas di kediaman Presiden Prabowo Subianto di Hambalang menjadi kehebohan di publik.

Pertemuan itu terjadi pada senin malam 9 Febuari 2026 dan pada tanggal 10 Febuari 2026 dipublikasikan di Instagram resmi kenegaraan.

Di tempat yang selama ini identik dengan agenda dan pertemuan-pertemuan penuh misteri.

Prabowo menerima kedatangan tokoh-tokoh penting dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Baca Juga: Dari Pay As You Go Menuju Fully Funded, Ini Arah Baru Skema Pensiun ASN 2026

Yang hadir bukan nama sembarangan ada Sofjan Wanandi, Sudhamek Agoeng Waspodo,dan Shinta Widjaja Kamdani.

Hingga Adhi S. Lukman dan deretan pengendali industri besar tanah air.

Pertemuan itu berlangsung tanpa publikasi besar, menguatkan kesan bahwa ada isu serius yang perlu dibahas langsung antara kepala negara dan para pemimpin dunia usaha.

Baca Juga: Hadapi Birokrasi Modern, Kobar Perkuat Korpri demi Tingkatkan Kompetensi ASN

Dari rilis di Instagram resmi sekretariat kabinet menyebutkan bahwa fokus utama pertemuan berkisar pada strategi penciptaan lapangan kerja.

Serta penguatan sektor industri nasional, pemerintah menilai kontribusi dunia usaha menjadi salah satu pilar penting untuk menjaga stabilitas ekonomi

Tak hanya itu tujuannya juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Hadapi Birokrasi Modern, Kobar Perkuat Korpri demi Tingkatkan Kompetensi ASN

Dalam sesi dialog tersebut, Prabowo memberikan penegasan yang dianggap banyak pihak sebagai sinyal kebijakan ekonomi yang lebih tegas dan terukur.

“Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa,” kata Prabowo dikutip Pojoksatu.id dari fraksgerinda.id 10/2/2026.

Pesan ini disampaikan langsung kepada para pemimpin industri yang selama ini memegang kendali pada sektor-sektor strategis.

Mulai dari makanan dan minuman, mebel, tekstil, hingga manufaktur.

APINDO dalam pertemuan itu juga menyampaikan dukungan terhadap program-program pemerintah.

Baca Juga: Dari Pay As You Go Menuju Fully Funded, Ini Arah Baru Skema Pensiun ASN 2026

Termasuk pengurangan kemiskinan, perbaikan gizi anak, serta percepatan industrialisasi nasional.

Para pengusaha menilai arah kebijakan pemerintah berada pada jalur yang sejalan dengan upaya dunia usaha dapat memperkuat daya saing di industri.***