POJOKSATU.ID - Pandawara Grup kembali mengungkap fakta menyedihkan terkait kondisi lingkungan di Indonesia.
Kali ini, kelompok pegiat lingkungan tersebut memperlihatkan kondisi sebuah sungai yang kembali dipenuhi sampah, padahal baru satu tahun lalu telah dibersihkan dengan biaya mencapai Rp100 juta.
Dalam pernyataannya, Pandawara mengungkapkan kekecewaan mendalam atas rusaknya kembali sungai yang sebelumnya telah mereka normalisasi.
Baca Juga: Skema Pensiun ASN Bakal Berubah Mulai 2026? Ini Penjelasan Pay As You Go dan Fully Funded
Sungai tersebut sempat dikembalikan ke kondisi layak, bersih, dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Namun, upaya besar itu seolah tak membuahkan kesadaran jangka panjang.
“Tepat satu tahun yang lalu, kami menghabiskan Rp100 juta untuk membersihkan sungai ini. Kami kembalikan sungai ini menjadi normal. Hari ini, sungainya rusak kembali,” ungkap Pandawara dalam video yang diunggah ke media sosial, dikutip pojoksatu.id dari instagram @pandawaragroup (9/2/2026).
Menurut mereka, kondisi tersebut membuat biaya besar yang telah dikeluarkan terasa sia-sia.
Sampah kembali menumpuk, aliran air terganggu, dan wajah sungai kembali berubah menjadi tempat pembuangan limbah domestik.
Pandawara mengaku sempat berharap bahwa aksi pembersihan dan viralisasi yang dilakukan tahun lalu bisa membangkitkan kesadaran semua lapisan masyarakat.
Baca Juga: Viral Maling Helm Ketauan dan Kejebak Macet Ga Dikeroyok Tapi Malah Disoraki Auto Malu!
Mereka yakin bahwa pesan lingkungan yang disampaikan kala itu cukup kuat untuk mengubah perilaku, khususnya warga di sekitar sungai.
Namun kenyataannya, harapan tersebut tidak terwujud. Sungai yang sempat menjadi simbol perubahan kini kembali mencerminkan rendahnya kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami merasa seperti membuang uang Rp100 juta secara tidak langsung,” ungkap mereka.
Berbeda dari aksi-aksi sebelumnya, Pandawara menegaskan tidak akan kembali mengajak publik melakukan kegiatan bersih-bersih di lokasi tersebut.
Mereka juga menyatakan tidak akan kembali memviralkan sungai itu seperti tahun lalu.
Baca Juga: Akhirnya Ada Harapan! Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Tak Lagi Memprihatinkan, Pemkab Siapkan Bosda 2026
Kali ini, pesan yang disampaikan lebih tajam dan reflektif. Pandawara mengajak masyarakat untuk berpikir dan menggunakan akal sehat dalam menjaga lingkungan.
Mereka menekankan bahwa perubahan sejati tidak bisa hanya bergantung pada aksi sekelompok orang atau konten viral semata.
“Untuk kalian yang menonton video ini, kami tidak akan mengajak clean up, dan kami tidak akan memviralkan lagi tempat ini. Tapi kami mengajak kalian semua untuk berpikir, menggunakan akal yang Tuhan berikan,” tegas mereka.
Pandawara menilai persoalan sampah di sungai bukan hanya soal kurangnya fasilitas atau anggaran, melainkan masalah perilaku dan kesadaran kolektif.
Tanpa perubahan sikap masyarakat, upaya sebesar apa pun akan selalu berakhir pada siklus kerusakan yang sama.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan tugas relawan atau aktivis semata, melainkan tanggung jawab bersama.
Baca Juga: Skema Fully Funded 2026, Ini Cara Aman Bagi PNS Menyusun Dana Pensiun Sendiri
Sungai yang bersih tidak akan bertahan lama jika masih diperlakukan sebagai tempat pembuangan sampah.***




