POJOKSATU.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunjukkan gaya kepemimpinan yang berbeda saat mengikuti kerja bakti Gerakan Jaga Jakarta Bersih di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).
Di tengah kegiatan tersebut, Pramono melontarkan candaan yang menyita perhatian publik, terutama terkait aksinya yang tidak ikut turun langsung ke gorong-gorong.
Candaan itu disampaikan Pramono kepada Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla yang turut hadir meninjau kegiatan.
Baca Juga: SKTP Februari 2026 Belum Terbit? Ini Tahapan Normal Sistem Info GTK Awal Tahun
Dalam suasana santai, Pramono menyebut dirinya dan Jusuf Kalla memiliki latar belakang yang sama, yakni dibesarkan dalam tradisi teknokrasi.
“Saya bercanda ke Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Jadi yang bekerja itu pikiran dan otaknya, bukan masuk gorong-gorong,” ujar Pramono, dikutip pojoksatu.id dari kumparan.com.
Pernyataan tersebut sontak memantik perhatian, terutama di tengah tren sejumlah pejabat publik yang kerap turun langsung ke lapangan, bahkan masuk ke gorong-gorong, sebagai simbol kerja nyata.
Baca Juga: Bansos Kini Berbasis Kuota Desa, Tak Semua Desil 1–5 Otomatis Dapat
Pramono pun menegaskan bahwa setiap pemimpin memiliki gaya dan peran masing-masing dalam menjalankan tugasnya.
Meski berkelakar, Pramono mengakui bahwa sebagai gubernur ia sebenarnya tidak menutup kemungkinan untuk turun langsung membersihkan gorong-gorong.
Namun, ia mengaku mempertimbangkan dampak yang mungkin timbul jika hal tersebut dilakukan.
Baca Juga: Terpantau BSI, BRI, dan Mandiri Mulai Cairkan PKH BPNT Tahap 1 2026, Cek Rekening Anda
“Kalau saya turun langsung, bisa jadi malah heboh, jadi tontonan, dan mengundang terlalu banyak perhatian,” ujarnya.
Menurut Pramono, fokus utama seorang gubernur adalah memastikan sistem, kebijakan, dan koordinasi berjalan dengan baik.
Ia menilai pekerjaan teknis di lapangan sudah ditangani oleh aparatur yang memang memiliki tugas dan keahlian di bidang tersebut.
Kerja bakti Gerakan Jaga Jakarta Bersih sendiri diikuti oleh ratusan peserta, mulai dari ASN Pemprov DKI Jakarta, petugas PJLP, hingga unsur TNI dan Polri.
Kegiatan tersebut meliputi pengerukan kali, pembersihan rumput liar, serta pengangkutan sampah dari selokan dan saluran air.
Aksi bersih-bersih ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah banjir, khususnya di wilayah rawan genangan seperti Jakarta Timur.
Pramono menegaskan, gerakan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan upaya berkelanjutan untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan kota.
Ia juga mengapresiasi kerja keras para petugas lapangan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga saluran air Jakarta tetap berfungsi.
Baca Juga: Bocoran Awal Rekrutmen BUMN 2026, Formasi Ini Diprediksi Paling Diburu Pelamar
Candaan Pramono soal gorong-gorong pun menuai beragam respons publik.
Ada yang menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk kejujuran gaya kepemimpinan, sementara sebagian lainnya membandingkannya dengan pendekatan pejabat lain yang lebih demonstratif.
Terlepas dari pro dan kontra, Pramono menegaskan komitmennya untuk memastikan Jakarta tetap bersih dan tertata melalui kebijakan yang terukur dan kerja kolaboratif lintas sektor.***




