POJOKSATU.id - Bagi umat Islam yang menjalankan puasa Nisfu Syaban hingga hari ini, baik puasa ayyamul bidh maupun puasa qada Ramadhan, penting untuk mengetahui bacaan doa berbuka puasa beserta waktu yang tepat membacanya.

Dalam penjelasan para ulama, doa berbuka puasa dibaca setelah selesai berbuka, bukan sebelum dan bukan pula tepat saat menyuapkan makanan pertama.

Penempatan waktu ini didasarkan pada makna doa yang menyatakan bahwa ibadah puasa telah ditunaikan dan nikmat berbuka telah dirasakan.

Waktu Membaca Doa Buka Puasa

Seorang ulama besar, Syekh Said bin Muhammad Ba’ali, menjelaskan dalam salah satu kitab rujukan fikih bahwa membaca doa berbuka puasa disunnahkan ketika hendak berbuka, namun waktu yang lebih utama adalah setelah selesai berbuka.

Baca Juga: Begini Cara Ajukan Pensiun Dini ASN Skema 45:20, Lengkap dengan Syaratnya

Doa tersebut berbunyi: Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.

Makna doa ini menunjukkan bahwa puasa telah dilaksanakan dan berbuka telah terjadi, sehingga lebih tepat dibaca setelah seseorang benar-benar berbuka.

Doa Buka Puasa Nisfu Syaban 2026

Dengan demikian, berikut bacaan doa berbuka puasa yang dapat diamalkan: Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.

Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan aku berbuka.”

Doa ini bersifat umum dan dapat dibaca baik saat puasa sunnah Nisfu Syaban, ayyamul bidh, maupun puasa qada Ramadhan.

Sunah Berbuka Puasa yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Selain membaca doa, terdapat beberapa amalan sunah berbuka puasa yang diajarkan Rasulullah SAW dan dianjurkan untuk diamalkan agar ibadah puasa semakin sempurna.

Baca Juga: VIRAL! Tiba-Tiba Ada Macan Tutul di Bandung Masuk Pemukiaman Warga, Dua Warga Luka-Luka!

Menyegerakan Berbuka Puasa

Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Bukhari No. 1957 dan Muslim No. 1098)

Hadits ini menunjukkan bahwa menyegerakan berbuka setelah yakin matahari terbenam merupakan sunnah yang penuh kebaikan.

Berbuka Puasa dengan Kurma atau Air

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena ia adalah berkah. Jika tidak mendapatkannya, maka berbukalah dengan air karena ia adalah suci.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Jika kurma tidak tersedia, berbuka dengan air putih tetap bernilai sunnah.

Baca Juga: Resmi Berlaku! Prabowo Teken Aturan Baru, Tanah Hak Milik yang Dibiarkan Nganggur Kini Bisa Disita Negara

Memanfaatkan Waktu Mustajab untuk Berdoa

Waktu berbuka puasa merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:

“Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa ketika berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan momen berbuka dengan memperbanyak doa, baik doa-doa sunnah maupun permohonan pribadi.

Puasa Nisfu Syaban bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan memahami waktu doa berbuka dan mengamalkan sunah-sunahnya, ibadah puasa di bulan Syaban diharapkan menjadi lebih bermakna dan penuh keberkahan. ***