POJOKSATU.ID - Pemerintah pusat resmi mengambil alih pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.
Keputusan ini diambil setelah kondisi pelajar yang harus menyeberangi sungai demi berangkat ke sekolah menjadi viral dan menuai keprihatinan publik.
Jembatan Way Bungur yang direncanakan memiliki panjang sekitar 100 meter tersebut akan dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Tahapan CPNS 2026 Lebih Panjang dari PPPK, Ini Penjelasan Resmi MenPAN-RB
Nilai proyeknya diperkirakan menembus angka lebih dari Rp80 miliar.
Selama bertahun-tahun, warga setempat, termasuk anak-anak sekolah, terpaksa mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai tanpa jembatan yang layak.
Kondisi ini menjadi sorotan setelah beredar luas di media sosial, memperlihatkan pelajar harus melewati arus sungai demi mengakses pendidikan.
Baca Juga: Kabar Baik! Bupati Tegaskan TPP ASN Belitung 2026 Tidak Dipotong, Ini Penjelasan Lengkapnya
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Timur, Primadhiarta Ramadheni, membenarkan bahwa pembangunan jembatan kini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Proyek tersebut akan dilanjutkan setelah sebelumnya terhenti dan mangkrak.
“Pembangunan jembatan Way Bungur kini masuk program Jembatan Merah Putih. Program ini bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus menjamin keselamatan masyarakat,” ujar Primadhiarta Ramadheni, dikutip pojoksatu.id dari instagram @undercover.id (2/2/2026).
Baca Juga: Benarkah Gaji PPPK Paruh Waktu Mengikuti Gaji Non-ASN? Ini Penjelasan Resminya
Ia menjelaskan, meski pemerintah pusat telah mengambil alih proyek, masyarakat diminta bersabar.
Saat ini, proses pembangunan masih berada pada tahap pendataan dan perencanaan teknis secara menyeluruh.
Pemerintah tengah memetakan kebutuhan material, desain konstruksi, serta menyesuaikan pembangunan dengan kondisi alam di sekitar sungai.
Langkah ini dilakukan agar jembatan yang dibangun nantinya bersifat berkelanjutan, aman, dan dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa menimbulkan masalah baru.
Sebagai solusi sementara, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur bersama Pemerintah Provinsi Lampung berencana membangun jembatan gantung darurat.
Baca Juga: Rekam Jejak Mentereng Jeffrey Hendrik, Sosok yang Dipilih BEI Saat Situasi Sedang Memanas
Fasilitas ini diharapkan dapat membantu mobilitas warga dan pelajar selama proses pembangunan jembatan utama berlangsung.
Diketahui, proyek Jembatan Way Bungur sejatinya telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu.
Namun, pembangunan tersebut mangkrak sejak tahun 2022.
Bahkan, dalam proyek sebelumnya, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang menyebabkan proyek terhenti.
Dengan diambil alihnya pembangunan oleh pemerintah pusat, masyarakat berharap jembatan Way Bungur benar-benar dapat terealisasi dan tidak kembali terbengkalai.
Keberadaan jembatan ini dinilai sangat krusial untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan keselamatan warga di wilayah tersebut.




