POJOKSATU.ID - Kondisi akses penghubung yang layak masih menjadi persoalan serius bagi warga Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.
Hingga kini, warga belum memiliki jembatan permanen untuk melintasi Sungai Kali Pasir, padahal jalur tersebut menjadi akses vital bagi aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama bagi pelajar dan tenaga pendidik.
Setiap hari, para siswa dan guru terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu dayung sederhana.
Baca Juga: Bermodal Kinerja Mumpuni di 2025, Cirebon Power Targetkan Lebih Andal di 2026
Situasi ini bukan hanya menyulitkan, tetapi juga membahayakan keselamatan, terutama saat debit air sungai meningkat akibat hujan.
Kondisi memprihatinkan itu mendorong warga merekam dan menyebarkan video keadaan jembatan rusak serta aktivitas penyeberangan sungai.
Tujuannya sederhana, yakni mengetuk perhatian pemerintah agar segera turun tangan mencari solusi demi keselamatan anak-anak sekolah.
Baca Juga: 9 Kebiasaan Makan Orang Italia yang Bisa Ditiru di Rumah
Namun, upaya warga tersebut justru menuai reaksi tak terduga. Salah satu warga mengaku mendapat teguran dari Wakil Gubernur setelah merekam kondisi jembatan rusak tersebut.
Informasi ini dilansir dari instagram @voktis.id.
Peristiwa ini pun memicu kekecewaan warga, yang merasa suara mereka belum sepenuhnya didengar.
Bagi masyarakat Way Bungur, persoalan jembatan bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan jiwa.
Setiap pagi dan sore, orang tua diliputi rasa cemas saat anak-anak mereka menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil tanpa perlengkapan keselamatan memadai.
Tak hanya pelajar, guru-guru yang mengajar di wilayah tersebut juga menghadapi risiko serupa.
Dalam kondisi tertentu, proses belajar mengajar bahkan terganggu karena sulitnya akses akibat cuaca buruk atau arus sungai yang deras.
Warga menilai, ketiadaan jembatan di Sungai Kali Pasir sudah berlangsung terlalu lama dan belum mendapatkan penanganan serius.
Baca Juga: Harga Emas Naik Terus, Apa Penyebabnya? Ini Penjelasan Lengkap dan Mudah Dipahami
Mereka berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret, baik melalui pembangunan jembatan permanen maupun solusi sementara yang lebih aman.
Menurut warga, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan seharusnya menjadi prioritas, terlebih jika berkaitan langsung dengan akses pendidikan.
Mereka menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan tidak hanya soal sekolah dan guru, tetapi juga memastikan anak-anak dapat mencapai sekolah dengan selamat.
Hingga kini, masyarakat Way Bungur masih menunggu kepastian dari pemerintah.
Mereka berharap kejadian teguran terhadap warga yang merekam kondisi jembatan tidak menyurutkan niat pemerintah untuk mendengar aspirasi di lapangan.***




