POJOKSATU.id, BANDUNG—Hingga hari kesembilan pencarian atau Minggu (1/2), sebanyak 70 orang korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara 10 orang lagi dalam tahap pencarian.

Sebanyak 70 korban telah dievakuasi dalam kantong jenazah oleh Tim SAR Gabungan dari lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat.

Tim SAR juga mencatat jumlah korban terdampak sebanyak 158 jiwa dan korban selamat sebanyak 78 orang.

Tim SAR Gabungan juga memperluas cakupan area operasi pencarian, Minggu (1/2) atau hingga hari kesembilan.

Baca Juga: Ajaib, Bayi 2 Tahun Selamat dari Longsor Pasirlangu Cisarua, Ditemukan Tim SAR di Atap Rumahnya

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana di Bandung, Minggu, mengatakan bahwa operasi SAR hari ini difokuskan pada optimalisasi pencarian korban di sektor prioritas dengan tetap mengedepankan keselamatan personel dan pengendalian risiko longsor susulan.

“Seiring bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian kami perluas dan seluruh sektor difokuskan agar seluruh area kerja dapat tercakup secara maksimal,” ujarnya dilansir Antara.

Sebelum pelaksanaan pencarian dilakukan, tim telah melakukan asesmen kondisi longsoran menggunakan drone UAV sejak pukul 06.00 WIB.

Gunanya untuk memetakan potensi bahaya, menentukan area kerja yang aman, serta menetapkan jalur evakuasi darurat.

Baca Juga: Saat Harga Turun, Inilah Momentum Emas Resmi BUMN Dikoleksi untuk 2026

“Apabila area dinyatakan aman berdasarkan asesmen safety officer, kami mengerahkan 22 ekor anjing pelacak K-9 untuk melakukan penelusuran titik-titik potensial keberadaan korban pada tiga sektor pencarian,” katanya.

Dari sisi proses Disaster Victim Identification (DVI), sebanyak 53 korban dari 54 bodypack telah berhasil teridentifikasi.

Sementara 16 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI sesuai prosedur yang berlaku.

Tim SAR Gabungan yang berasal dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, relawan, terus bekerja secara terpadu, terkoordinasi, dan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama.***