POJOKSATU.id - Rakernas PSI di Makassar berubah menjadi pusat perhatian nasional setelah Joko Widodo menyampaikan pidato paling eksplosif sejak ia lengser.

Di hadapan kader Partai Solidaritas Indonesia, Jokowi menyatakan siap bekerja keras, mati-matian, dan habis-habisan mendukung pergerakan PSI di seluruh Indonesia.

Sorakan memuncak ketika Jokowi menegaskan kesanggupannya turun gunung ke daerah untuk memperkuat struktur partai.

Baca Juga: Aktivitas Kang Emil Tukar Uang Miliaran Rupiah Terjadi di Luar Negeri Saat Akhir Masa Gubernur Jabar

“Kalau diperlukan, saya harus datang. Saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota."

"Saya masih sanggup. Kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup,” ucap Jokowi Detik dan Youtube PSI 31/1/2026

Tak berhenti di situ, Jokowi juga memberi dorongan paling tegas kepada kader PSI.

Baca Juga: Ketika NIK Jadi Kunci LPG, Bagaimana Sistem Verifikasi Merombak Kebiasaan dan Akses Energi Rumah Tangga

“Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI."

"Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI. Saudara-saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI,” katanya lantang.

Namun suasana panas itu mendadak berubah ketika Sekjen PSI Raja Juli Antoni memberikan klarifikasi yang membuat publik tercengang.

Baca Juga: Kenapa Tidak Ada Tanggal Pasti Pencairan TPG? Ini Jawaban Jujur Sistem Keuangan Negara yang Perlu Dipahami Guru

Ia menegaskan bahwa, meskipun pidato Jokowi sangat eksplisit mendukung PSI, secara administratif Jokowi belum bergabung sebagai anggota partai.

“Pernyataan-pernyataan Pak Jokowi tadi, meskipun secara formal beliau belum berada di PSI, tapi bagi saya itu cukup eksplisit, ya, mengundang para relawan Pak Jokowi di seluruh Indonesia,”

Ujar Raja Juli, dikutip pojoksatu.id dari kompas 31/1/2026

Kontradiksi inilah yang langsung menyulut diskusi besar, Jokowi sudah berbicara layaknya panglima PSI, tetapi status keanggotaannya belum ada.

Publik menilai momen ini sebagai sinyal politik besar menjelang kontestasi nasional.

Baca Juga: Aktivitas Kang Emil Tukar Uang Miliaran Rupiah Terjadi di Luar Negeri Saat Akhir Masa Gubernur Jabar

Makassar pun mencatat satu momentum, satu pidato Jokowi mampu menggoyang peta politik hanya dalam satu hari.***