POJOKSATU.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman justru dapat menjadi sentimen positif bagi pasar modal.

Menurutnya, situasi ini bisa dimanfaatkan investor sebagai momentum untuk membeli saham atau melakukan aksi serok.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya menyusul gejolak pasar saham yang terjadi dalam dua hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami tekanan tajam hingga anjlok lebih dari 8 persen.

Baca Juga: Pantes Wamenhaj Sebut Petugas Haji Jangan ada yang Nebeng Haji, Ternyata Gajinya Diduga Rp1 Juta Perhari!

Kondisi tersebut bahkan memaksa otoritas bursa memberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt selama dua hari berturut-turut.

Iman Rachman diketahui mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Dirut BEI setelah situasi pasar memburuk. Mundurnya pucuk pimpinan bursa itu langsung menjadi sorotan pelaku pasar dan publik.

Menurut Purbaya, bagi investor yang memahami dinamika pasar, kondisi ini justru membuka peluang. Ia menyebut fluktuasi tajam sering kali menjadi momen strategis untuk masuk ke pasar.

Baca Juga: Susul Kapolres Kombes Edy, Kasat Lantas Polres Sleman Juga Dicopot Buntut Kasus Hogi Minaya

“Ini positif kalau orang yang ngerti. Kalau nggak ngerti, bye. (Saatnya) serok-serok,” ujar Purbaya, dikutip pojoksatu.id dari kumparan.com Jumat (30/1/2026).

Purbaya menilai, masalah yang terjadi di BEI tergolong serius dan bersifat fatal sehingga perlu segera dibenahi.

Ia menegaskan bahwa pengunduran diri Dirut BEI merupakan langkah awal untuk memperbaiki kepercayaan pasar dan tata kelola bursa ke depan.

Baca Juga: Pleno PBNU Ambil Keputusan Besar, Gus Yahya Kembali Pimpin NU dan Muktamar Dijadwalkan Juli

Di sisi lain, ia menekankan bahwa gejolak di pasar modal tidak berdiri sendiri. Pemerintah, kata dia, tengah melakukan reformasi besar-besaran di berbagai sektor ekonomi untuk memperkuat fondasi nasional.

Reformasi tersebut meliputi pembenahan di Bea Cukai, Direktorat Jenderal Pajak, hingga penguatan sistem perizinan melalui Online Single Submission (OSS).

“Kita sedang melakukan perbaikan ekonomi secara menyeluruh. Jadi ini harus dilihat dalam konteks yang lebih luas,” jelasnya.

Purbaya juga memastikan bahwa mundurnya Direktur Utama BEI tidak berdampak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: Pengumuman Administrasi PPPK Kemenham 2026 Resmi Dirilis Hari Ini, Ini Cara Cek dan Jadwal Lengkapnya

Menurutnya, stabilitas fiskal tetap terjaga dan pemerintah fokus menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah dinamika global dan domestik.

Ia berharap ke depan pasar modal Indonesia dapat kembali stabil dan tumbuh lebih sehat dengan tata kelola yang lebih baik.

Pemerintah, kata Purbaya, akan terus mendukung upaya penguatan pasar keuangan sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Polisi Multitalenta: Kiprah Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru, Pilot dan Pemburu Buronan

Pernyataan Menkeu tersebut memunculkan beragam respons di kalangan investor. Sebagian melihatnya sebagai sinyal optimisme, sementara lainnya tetap bersikap hati-hati menanti kebijakan lanjutan pasca mundurnya Dirut BEI.***