POJOKSATU.id - Pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak hanya memicu kehebohan di pasar modal.

Tetapi juga membangkitkan rasa penasaran publik terhadap jumlah kekayaannya.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), nilai aset Iman ternyata mencapai angka fantastis. Total harta kekayaannya dilaporkan sebesar Rp38,8 miliar.

Baca Juga: Saksi Ahli Tergugat Dinilai Perkuat Gugatan CMNP terhadap Hary Tanoe

Dikutip POJOKSATU.id dari laporan LHKPN dan pemberitaan media kredibel seperti IDX Channel dan Tempo.

Angka tersebut membuat namanya kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan pengunduran diri di tengah tekanan IHSG.

Dari data LHKPN, komponen terbesar kekayaannya berasal dari kas dan setara kas senilai Rp24,6 miliar.

Baca Juga: Masih Bingung SPT? Begini Cara Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi

Jumlah yang sangat besar dan bahkan melampaui total nilai properti yang ia miliki.

Fakta ini menjadi salah satu bagian paling menarik karena jarang ditemui seorang pejabat atau pimpinan korporasi menyimpan dana likuid sebesar itu.

Selain uang tunai tersebut, Iman tercatat memiliki tanah dan bangunan senilai Rp13,6 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang Selatan.

Baca Juga: Masih Bingung SPT? Begini Cara Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi

Ia juga memiliki tiga unit kendaraan dengan nilai keseluruhan mencapai Rp1,63 miliar, serta surat berharga senilai Rp632 juta. Aset bergerak lain turut menambah daftar kekayaan yang ia laporkan.

Yang tidak kalah mencuri perhatian, Iman juga memiliki utang sekitar Rp2,6–2,7 miliar, dikutip POJOKSATU.id dari pemberitaan Tempo.

Meski jumlahnya jauh di bawah total aset, keberadaan utang ini menambah dinamika menarik dalam struktur kekayaannya.

Keputusan Iman mundur dari BEI di tengah gejolak pasar modal kini makin ramai diperbincangkan, terutama setelah harta kekayaannya terungkap.

Publik menilai perjalanan kariernya yang panjang dari sektor pasar modal hingga BUMN memberikan gambaran bagaimana ia mampu mengumpulkan aset hingga mendekati Rp40 miliar.***