POJOKSATU.id, JAKARTA— Penjual es gabus yang viral kena fitnah oknum TNI dan polisi menjual es berbahan spon, kini diangkat Allah derajatnya dengan diberi kelapangan.
Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras mengunjungi kediaman Suderajat dan memberikannya hadiah motor dan modal usaha.
Selebgram bernama Bidan Seruni @bidanseruni juga mendatangi kediaman Sudrajat dan memberinya bantuan uang.
Pemkab Bogor juga terlihat memberi bantuan melalui Sekretaris Elfi Nila Hartanti, Kepala Desa Mohammad Agus, serta perwakilan Dinas Sosial Pemkab Bogor Ferianto.
Baca Juga: Ramai Kabar Reshuffle Kabinet Merah Putih, Pemerintah Pastikan Tak Ada Perombakan Dalam Waktu Dekat
Pihak pemerintah juga akan membantu anak-anak Suderajat agar dapat melanjutkan pendidikan.
Kombes Abdul Waras menjelaskan kedatangannya ke kediaman Suderajat di Bojonggede untuk memberikan bantuan.
"Dan hari ini kami hadir di sini untuk bisa sedikit memberikan bantuan kepada beliau. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk usaha beliau," kata Kombes Abdul Waras di lokasi, Selasa (27/1/2026).
Kombes Abdul Waras mengatakan bantuan tersebut berupa motor dan modal usaha untuk Suderajat.
Baca Juga: Curi Simpati Publik, Penjual Es Gabus Terima Motor dan Modal Usaha sebagai Bentuk Permintaan Maaf
Dalam momen itu, Suderajat mengaku ingin berjualan es kue lagi. Namun dia mengaku masih takut. Ia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Kombes Abdul Waras dalam pemberian bantuan itu.
Mulutnya Dijejali Makanan
Sebelumnya, video Suderajat yang dituduh menjual es berbahan spons viral di media sosial setelah dagangannya dibakar dan diinjak oknum aparat pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Suderajat menegaskan es yang dijualnya merupakan es asli dari pabrik di Depok dan mengaku telah berjualan selama 30 tahun.
Akibat kejadian itu, sekitar 150 es kue rusak dan ia mengaku trauma hingga belum kembali berjualan selama tiga hari.
Dalam video yang beredar, mulutnya juga dijejali es gabus miliknya oleh dua oknum aparat tersebut.
Sementara, hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memastikan seluruh sampel es yang dijual Suderajat aman dan layak dikonsumsi.
Pasca-penyelidikan tersebut, anggota TNI dan Polri yang terlibat telah menyampaikan permintaan maaf.
Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi, minta maaf. Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Serda Heri Purnomo juga meminta maaf kepada Suderajat.
“Peristiwa yang berawal dari kesalahpahaman di lapangan antara aparat kewilayahan TNI-Polri dengan seorang pedagang es telah diselesaikan secara baik melalui pendekatan kekeluargaan antara pihak-pihak terkait," kata Dandim 0501/Jakarta Pusat Kolonel Inf, Ahmad Alam Budiman, Rabu, 28 Januari 2025.
Difasilitasi Dandim, Serda Heri mendatangi rumah Suderajat di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa, 27 Januari 2026.
Serda Heri lantas memeluk Suderajat dan menyampaikan permintaan maaf.***


.webp)

