POJOKSATU.ID - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan di Papua dengan menitikberatkan pada sektor kesehatan dan pendidikan.
Dua sektor tersebut dinilai menjadi fondasi utama untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.
Penegasan itu disampaikan Gibran saat menjadi pembicara dalam talkshow yang digelar di Auditorium Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, Senin (26/1/2026).
Baca Juga: SELAMAT! 21 ASN Kemenag Kebumen Resmi Naik Pangkat, Ini Daftar Nama dan Jabatannya
Dalam kesempatan tersebut, Gibran menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah konkret untuk meningkatkan layanan kesehatan di Papua.
Menurut Gibran, sejumlah rumah sakit di Papua kini telah dilengkapi dengan fasilitas medis modern.
Peralatan kesehatan berteknologi tinggi seperti CT Scan dan MRI sudah tersedia, serta tenaga medis profesional juga telah didatangkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Baca Juga: Ikuti Jejak Ayahnya Sudrajat, Thomas Djiwandono Ponakan Prabowo Resmi Deputi Gubernur BI
“Rumah sakit sudah modern dengan alat-alat terbaru seperti CT Scan dan MRI. Dokter juga sudah kami datangkan,” ujar Gibran, dikutip pojoksatu.id dari INews ID.
Selain sektor kesehatan, Gibran menekankan pentingnya pembenahan infrastruktur pendidikan.
Ia mengingatkan agar tidak ada lagi sekolah di Papua yang kondisinya rusak atau bahkan masih berlantaikan tanah.
Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Sehari, Kebiasaan Sederhana dengan Manfaat Kesehatan Luar Biasa
Menurutnya, fasilitas pendidikan yang layak merupakan hak dasar anak-anak Papua.
“Jangan sampai lagi ada sekolah rusak atau berlantaikan tanah,” tegas putra sulung Presiden Joko Widodo itu.
Gibran juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi khusus terkait percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Papua. Salah
satunya adalah penyelesaian jalan Trans Papua yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, optimalisasi dana otonomi khusus (otsus) Papua juga menjadi perhatian serius pemerintah.
Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Sehari, Kebiasaan Sederhana dengan Manfaat Kesehatan Luar Biasa
Gibran menilai dana otsus harus dikelola secara tepat sasaran agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Dalam dialog dengan mahasiswa, Gibran turut menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa Fakultas Hukum UKSW asal Wamena, Darto Melius Sergio Daby.
Aspirasi tersebut menekankan pentingnya keterlibatan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam proses pembangunan Papua.
Baca Juga: Mengenal Daftar Pustaka: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Penulisan Chicago Manual Style
Menanggapi hal itu, Gibran menyampaikan harapannya agar mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di luar daerah dapat kembali dan mengabdikan diri di tanah kelahirannya setelah lulus.
“Saya minta teman-teman di sini, setelah lulus dari UKSW, kembali ke Papua. Bisa kita tempatkan di tempat-tempat yang baru kita bangun tadi,” ucap Gibran.
Sebagai informasi, Gibran belum lama ini kembali melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Papua, mulai dari Wamena, Biak, Jayapura, Manokwari, hingga Merauke.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Papua.***




