POJOKSATU.id – Jagat media sosial mendadak riuh setelah muncul pengakuan seorang nasabah BCA yang menyebut dana perusahaan sebesar Rp 483.483.000 tiba-tiba hilang.
Video tersebut langsung memicu kepanikan lantaran banyak yang menduga kasus ini berkaitan dengan kebocoran sistem perbankan.
Namun hasil penyelidikan BCA justru mengungkap fakta mengejutkan.
Baca Juga: Hari Kedua Pencarian Longsor Bandung Barat, 16 Korban Ditemukan Meninggal Dunia
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan nasabah dan melakukan investigasi menyeluruh terkait laporan tersebut.
“Berdasarkan kronologis yang disampaikan nasabah dan hasil penelusuran yang kami lakukan, kejadian ini merupakan modus penipuan phishing melalui situs web palsu,”
Ujar Hera dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip pojoksatu.id dari intime.id 25/1/2026.
Baca Juga: Dana Terbatas Bukan Alasan Mandek, KDM Dorong Desa di Jabar Tetap Tancap Gas
Dari penelusuran internal, situs yang digunakan korban memiliki tampilan sangat mirip dengan portal resmi BCA.
Di sinilah jebakan mulai bekerja. Begitu nasabah memasukkan data login, pelaku mendapatkan akses penuh dan mengalihkan transaksi dana ke rekening lain tanpa diketahui korban.
BCA memastikan bahwa sistem bank tetap aman dan tidak mengalami kebocoran.
Baca Juga: Dana Terbatas Bukan Alasan Mandek, KDM Dorong Desa di Jabar Tetap Tancap Gas
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat keras bagi pengguna layanan digital perbankan.
Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi online, serangan phishing semakin halus dan sulit dibedakan dari situs asli.
BCA mengimbau nasabah agar selalu mengecek URL resmi sebelum login serta tidak pernah membagikan data sensitif kepada pihak mana pun.
BCA juga menegaskan komitmennya untuk mendampingi nasabah selama proses penanganan berlangsung.
Baca Juga: Hari Kedua Pencarian Longsor Bandung Barat, 16 Korban Ditemukan Meninggal Dunia
Bank mendorong masyarakat melaporkan segala aktivitas mencurigakan melalui layanan resmi seperti HaloBCA dan aplikasi myBCA.
Fenomena hilangnya dana ratusan juta ini kembali menunjukkan bahwa kejahatan digital berkembang cepat.***




