POJOKSATU.ID - Viral di media sosial, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten, menuai sorotan publik.

Dalam unggahan yang beredar, terlihat sajian MBG berupa jagung dan telur mentah yang disebut-sebut dibagikan kepada siswa.

Video tersebut langsung memicu beragam reaksi warganet yang mempertanyakan kualitas dan kelayakan menu program pemerintah tersebut.

Baca Juga: SKTP Abu-Abu sampai 20 Januari? Ini Risiko Nyata ke TPG dan Cara Menghindari Penundaan Berulang

Menanggapi polemik itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cigemblong akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Pihak SPPG menegaskan bahwa keberadaan telur mentah dalam menu MBG tersebut bukanlah kesengajaan, melainkan akibat kesalahan teknis saat proses pemorsian makanan.

Dalam video klarifikasi yang beredar, pihak SPPG menjelaskan bahwa telur mentah seberat sekitar 15 kilogram secara tidak sengaja terbawa ke meja pemorsian.

Baca Juga: Kepala SMPN 2 Karawang Timur: Prestasi Dukati Lahir dari Budaya Disiplin

Akibatnya, sebagian telur yang seharusnya dimasak lebih dahulu justru ikut terbagi bersama menu MBG.

“Telur mentah tersebut tidak sengaja masuk ke area pemorsian. Ini murni kesalahan teknis di lapangan,” demikian penjelasan pihak SPPG Cigemblong, dikutip pojosatu.id dari instagram @infoserang (25/1/2026).

Sementara itu, terkait menu jagung yang juga menuai kritik, SPPG memastikan bahwa bahan tersebut bukan dalam kondisi mentah sepenuhnya.

Baca Juga: SK Tak Diperpanjang, Honorer Dompu Minta Pemda Carikan Pekerjaan Demi Menyambung Hidup

Jagung yang disajikan disebut telah melalui proses perebusan dan berada dalam kondisi setengah matang.

Meski demikian, pihak SPPG mengakui bahwa kejadian tersebut menjadi evaluasi penting dalam pelaksanaan program MBG, khususnya terkait pengawasan kualitas dan standar penyajian makanan.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri bertujuan untuk memastikan asupan gizi seimbang bagi pelajar, sekaligus mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.

Karena itu, kualitas bahan pangan dan proses pengolahan menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan.

SPPG Cigemblong menyatakan akan memperketat prosedur pemorsian dan distribusi makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga: TPG Januari 2026 Cair Akhir Bulan? Ini Perkiraan Jadwal dan Tanda-Tanda Dana Sudah Diproses

Pengawasan internal serta koordinasi dengan petugas dapur akan ditingkatkan guna memastikan setiap menu yang disajikan layak konsumsi.

Pihak sekolah juga disebut telah berkoordinasi dengan penyelenggara MBG untuk memastikan siswa mendapatkan menu pengganti yang aman dan sesuai standar gizi.

Viralnya kasus ini menjadi pengingat bahwa pelaksanaan program berskala besar membutuhkan pengawasan ketat di lapangan.

Baca Juga: Viral Tabrak Lari di Solo, Terungkap Pelaku Kabur Usai Gagal Culik Perempuan di Sukoharjo

Transparansi dan respons cepat dari penyelenggara dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

Hingga kini, SPPG Cigemblong memastikan bahwa distribusi MBG di hari-hari berikutnya telah kembali berjalan normal dengan pengawasan yang lebih ketat.***