POJOKSATU.id - Sebuah video yang viral di media sosial menampilkan keluhan seorang nasabah BFI Finance cabang Jalan Juanda, Medan, yang mengaku menjadi korban penipuan oleh seseorang yang diduga oknum berkedok aparat.
Kejadian tersebut pertama kali diungkap melalui unggahan akun Instagram manangsoebeti pada 23 Januari 2026, setelah ia menerima pesan langsung (DM) dari akun bernama Liekha Septiakha.
Dikutip Pojoksatu.id dari Instagram manangsoebeti dalam laporannya, Liekha menjelaskan bahwa ia datang ke kantor BFI untuk membayar angsuran motor.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Dilantik Sejak Desember Tapi Belum Digaji Hingga Januari, Ini Kata Bupati Sukabumi
Namun saat itu ia tidak dapat melakukan pembayaran karena alasan teknis, sehingga ia berencana melanjutkan pembayaran di minimarket terdekat.
Menurut pengakuannya, situasi berubah ketika tiba-tiba ia didatangi oleh seorang pria yang mengatasnamakan diri sebagai anggota Polda.
Oknum tersebut kemudian mengajaknya kembali menuju kantor BFI dengan alasan ingin membantu proses pengalihan data terkait pembayaran.
Baca Juga: Banjir Pondok Karya Masih Belum Surut, Aktivitaa Warga Gunakan Perahu Karer
Untuk keperluan itu, Liekha diminta menyerahkan kunci motornya agar sang oknum dapat memeriksa nomor rangka kendaraan.
Namun setelah kunci diberikan, pria tersebut justru langsung membawa kabur motor tersebut.
Liekha mengaku tidak menyangka bahwa tindakan itu adalah bagian dari modus penipuan.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Dilantik Sejak Desember Tapi Belum Digaji Hingga Januari, Ini Kata Bupati Sukabumi
Kejadian itu membuat dirinya panik dan kebingungan hingga akhirnya meminta bantuan melalui media sosial.
Video yang memperlihatkan kronologi kejadian pun cepat menyebar dan mengundang banyak perhatian warganet.
Melihat laporan tersebut, akun manangsoebeti menyarankan korban untuk segera membuat laporan resmi ke pihak kepolisian agar kasus dapat ditangani secara hukum.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak BFI Finance terkait insiden yang menimpa nasabah tersebut.
Meski demikian, dalam kolom komentar unggahan itu, sejumlah warganet menyebut bahwa pihak perusahaan berjanji akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
Kasus ini terus berkembang dan menjadi perhatian publik, terutama karena melibatkan dugaan penipuan dengan modus mengatasnamakan aparat kepolisian.
Warganet berharap agar pelaku segera ditangkap dan korban mendapatkan penyelesaian yang layak.***




