POJOKSATU.ID - Keluhan peternak ayam rakyat soal mahalnya harga Day Old Chick (DOC) kembali mencuat.

Harga bibit ayam yang tak kunjung turun dinilai menjadi biang kerok tertekannya margin peternak kecil.

Meski pemerintah telah menyepakati harga ideal DOC, realisasinya di lapangan belum sesuai harapan.

Baca Juga: TPG Januari Terancam Tertunda? Ini Cara Cek Data Real Time Guru Tanpa Menunggu Info GTK Update

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Danantara berencana membangun 12 pabrik pakan dan produksi ayam yang ditargetkan mulai beroperasi akhir Januari 2026.

Langkah ini disebut sebagai upaya permanen untuk menstabilkan harga DOC sekaligus memperkuat ekosistem perunggasan nasional.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah sebenarnya telah menyepakati harga DOC di tingkat produsen sebesar Rp11.000 per ekor, dan Rp12.000 di tingkat hilir.

Baca Juga: Sosok Andar Amin Harahap Eks Walikota Psp di Usia 31 Tahun, Sedang Disorot Kasus Istri Siri

Namun kesepakatan tersebut tidak berjalan efektif di lapangan.

“Saya sudah minta minggu lalu harganya Rp11 ribu di produsen. Clear. Dan di ujung Rp12 ribu. Tapi apa yang terjadi? Tidak berubah.Yang berteriak peternak kecil,” ujar Amran, dikutip pojoksatu.id dari IDX Channel Jumat (23/1/2026).

Kondisi tersebut membuat peternak ayam mandiri semakin tertekan. Harga DOC yang tinggi berdampak langsung pada biaya produksi, sementara harga jual ayam hidup kerap tidak sebanding.

Baca Juga: Resmi Dijadwalkan, Ini Tanggal Pengumuman Seleksi Teknis Tambahan PPPK Kemensos 2026

Akibatnya, banyak peternak terpaksa mengurangi populasi ternak bahkan berhenti produksi.

Pembangunan 12 pabrik pakan dan produksi ayam ini diharapkan dapat memotong rantai distribusi yang panjang serta mengurangi dominasi segelintir perusahaan besar.

Dengan pasokan DOC dan pakan yang lebih merata, pemerintah optimistis harga dapat lebih terkendali dan berpihak pada peternak rakyat.

Baca Juga: Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Lengkap dengan Soal dan Pembahasan

Selain menekan harga DOC, kehadiran pabrik-pabrik tersebut juga ditujukan untuk menjaga ketersediaan protein hewani nasional.

Pemerintah menilai stabilitas sektor perunggasan sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di tengah fluktuasi harga bahan baku pakan global.

Amran menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam jika kesepakatan harga terus diabaikan.

Baca Juga: Viral di Medsos! BKN Pastikan Informasi Seleksi Kemenkes 2026 adalah Hoaks, Ini Penjelasan Resminya

Evaluasi terhadap pelaku usaha perunggasan akan terus dilakukan agar kebijakan yang dibuat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peternak kecil.

Dengan rencana operasional pada awal 2026, peternak berharap proyek ini bukan sekadar janji.

Mereka menantikan langkah konkret yang mampu mengakhiri persoalan klasik mahalnya DOC dan menciptakan iklim usaha perunggasan yang lebih adil dan berkelanjutan.***