POJOKSATU.id - Pencarian pesawat ATR 42-500 memasuki hari keenam berubah dramatis ketika satu tim penyisir melaporkan temuan mengejutkan.

Akhirnya korban dari dasar jurang Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan ditemukan.

Setelah berhari-hari menghadapi kabut tebal, hujan, dan medan terjal.

Tim akhirnya menemukan enam jenazah yang diduga kuat merupakan korban jatuhnya pesawat PK-THT yang hilang kontak pada 17 Januari lalu.

Baca Juga: Pendaftaran TKA SD–SMP 2026 Dimulai, Ini Alur Resmi yang Wajib Dipahami Operator Sekolah

Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengungkapkan informasi resmi dari lokasi.

"Tim melaporkan ditemukan saat ini sampai (pukul) 10.46 Wita, ada 6 mayat,"

Dikutip pojoksatu.id dari detikSulsel 22/1/2026.

Baca Juga: Pendaftaran TKA SD–SMP 2026 Dimulai, Ini Alur Resmi yang Wajib Dipahami Operator Sekolah

Enam jenazah tersebut ditemukan di titik berbeda, sebagian tersangkut pada lereng curam dan sebagian lain berada di dasar jurang yang hanya bisa dijangkau dengan teknik tali.

Kondisi medan yang ekstrem membuat proses evakuasi tak bisa dilakukan cepat.

Kolonel Dody menjelaskan rencana teknis yang sedang disiapkan tim gabungan di lapangan.

Baca Juga: Mengejutkan Mobil Panther Melaju Pelan Tanpa Kendali di Tol Japek, Ternyata Pengemudi Sudah Meninggal Didalam

“Enam jenazah sudah kita rencanakan untuk evakuasi menggunakan teknik vertical rescue."

"Setelah diangkat ke puncak, jenazah akan dibawa ke posko, selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi,” ujarnya dikutip pojoksatu.id dari metrotvnews

Hingga kini, tim SAR masih melanjutkan penyisiran lanjutan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

Penemuan enam jenazah ini menjadi perkembangan penting setelah sebelumnya Basarnas mengonfirmasi bahwa black box pesawat telah ditemukan.

Baca Juga: Pendaftaran TKA SD–SMP 2026 Dimulai, Ini Alur Resmi yang Wajib Dipahami Operator Sekolah

serta dipersiapkan untuk dibawa ke KNKT guna penyelidikan penyebab kecelakaan.

Tragedi jatuhnya ATR 42-500 ini menyita perhatian nasional karena operasi pencarian berlangsung dalam kondisi medan yang disebut salah satu yang paling sulit.

Evakuasi kini menjadi prioritas utama sebelum cuaca kembali memburuk.***