POJOKSATU.id, PANGKEP— Hari keempat pencarian korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Balocci, Pangkep, Sulsel, melibatkan sebanyak 500 personel.
Sebanyak 16 warga lokal yang dilibatkan merupakan warga yang kerap mencari madu di Gunung Bulusaraung, lokasi jatuhnya pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT), Sabtu (17/1) lalu.
Sebanyak 500 personel tim SAR gabungan dilepas Danrem 142/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, sekitar pukul 08.45 Wita, Selasa (20/1/2026).
Lebih lanjut dia mengatakan sebanyak 500 orang personel tersebut berasal dari 95 instansi dan organisasi.
Sementara16 warga lokal yang dilibatkan merupakan warga yang kerap mencari madu di Bulusaraung sehingga mengetahui medan atau kondisi di sana.
"Ada sekitar 500 yang kita akan berangkat. Persiapan kita jelas dengan semua yang kita bawa, pertama logistik kita sudah siap," ucapnya.
"Warga lokal ini kita libatkan karena mereka-mereka ini kan pencari-pencari madu yang naik di sekitar ini. Yang sudah lebih mengetahui medan-medannya. Nah itu yang sangat membantu," katanya lagi.
Baca Juga: Universitas Riau, Jejak Panjang Kampus Riset Unggul dari Pekanbaru
Meski hujan badai, kata Danrem, pencarian akan tetap dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.
"Kita tetap akan masuk, walaupun teman-teman lihat sendiri, merasakan sendiri kita sudah dari tadi malam hujan badai ini. Tapi kita paksa naik untuk tetap mencari. Ada 7 tim sekarang," kata Andre kepada wartawan.
Dia menyebut sudah ada tim lainnya yang bermalam di jalur evakuasi. Mereka bertugas mengamankan jenazah korban yang sudah ditemukan dan akan dievakuasi.
"Dan ada juga yang sudah bermalam. Dari tadi malam mereka sudah standby di sana," ujarnya.***




