POJOKSATU.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
Bahlil Lahadalia kembali viral.
Hal ini setelah potongan pernyataannya dalam podcast Bukan Abuleke viral di media sosial.
Bahlil tiba-tiba menegaskan sikapnya yang disebut tak bisa diintervensi oleh pihak mana pun.
Baca Juga: Tak Digaji Perusahaan? Ibu Rumah Tangga Tetap Bisa Daftar BPJS Ketenagakerjaan
Pernyataan itu muncul saat membahas perlawanan terhadap mafia dan pihak-pihak yang ingin mengatur arus kebijakan energi maupun investasi.
Dengan gaya santai namun tegas, Bahlil memberi batas yang jelas mengenai siapa yang berhak mengatur dirinya.
“Mana bisa orang ngatur saya. Yang bisa ngatur saya cuma presiden sama undang-undang, selebihnya sorry ye,” ujarnya.
Baca Juga: Dari Kursus Komputer hingga Universitas Unggulan, Perjalanan Panjang Universitas Dian Nuswantoro
Pernyataan tersebut langsung merebak di berbagai platform karena dianggap menyinggung banyak kepentingan yang selama ini disebut ikut bermain dalam proyek-proyek strategis.
Di tengah isu mafia energi, permainan solar, hingga tekanan politik dalam proses perizinan.
Kalimat Bahlil dipandang sebagai bentuk penegasan integritas sekaligus pesan kepada pihak-pihak yang mencoba melakukan pendekatan tidak semestinya.
Baca Juga: Viral Meme Soal Wajahnya, Bahlil: Saya Terima Takdir, Tapi Gaboleh Rasis!
Bahlil sebelumnya juga menyinggung pola lama para pemain besar yang mencoba mengambil keuntungan melalui cara-cara tidak sehat.
Ia blakblakan menyebut bahwa dunia usaha yang curang selalu memakai dua pola mensiasati aturan dan menaklukkan pejabat.
Dalam konteks itulah pernyataan hanya presiden dan undang-undang menjadi penegasan bahwa ia tidak memberi ruang sedikit pun bagi intervensi ilegal.
Publik menilai sikap tersebut sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mempertegas komitmen terhadap transparansi dan tata kelola investasi yang bersih.
Respons netizen pun beragam sebagian memuji ketegasannya.
Baca Juga: Tak Digaji Perusahaan? Ibu Rumah Tangga Tetap Bisa Daftar BPJS Ketenagakerjaan
Sebagian lain menyebut pernyataan itu sebagai tantangan terbuka bagi kelompok kepentingan yang selama ini merasa bisa mengatur pejabat publik.
Dengan viralnya potongan video ini posisi Bahlil kembali menjadi sorotan.
Kalimat singkatnya dinilai menjadi simbol perlawanan terhadap tekanan politik dan permainan mafia.***




