POJOKSATU.id - Suasana Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendadak memanas.

Di tengah ribuan warga yang masih berjibaku dengan banjir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru melakukan operasi senyap dan mengamankan Bupati Pati, Sudewo.

Penangkapan itu sontak menjadi perbincangan nasional dan memicu gelombang kemarahan publik yang merasa dikhianati oleh pemimpinnya sendiri.

OTT berlangsung pada 19 Januari 2026. Tim KPK bergerak cepat di beberapa titik di Pati dan mengamankan sejumlah pihak, termasuk sang bupati.

Baca Juga: Jasad Pramugari Pesawat ATR 42-500 Tersangkut Pohon Jurang Gunung Bulusaraung, Evakuasi Sulit

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa Sudewo adalah salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

“Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dikutip pojoksatu.id dari cnn indonesia.

Setelah diamankan, Sudewo langsung dibawa ke Polres Kudus untuk pemeriksaan awal.

Baca Juga: Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia: dari PTPG hingga PTN Berbadan Hukum Bertaraf Dunia

Dari sana, ia kemudian dipindahkan ke Semarang untuk proses lanjutan oleh penyidik KPK.

Sesuai prosedur, lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status hukum para pihak yang ditangkap.

KPK hingga kini belum menjelaskan secara rinci konstruksi perkara maupun pasal yang disangkakan. Namun, diamnya KPK tidak menghentikan gelombang reaksi publik.

Baca Juga: Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia: dari PTPG hingga PTN Berbadan Hukum Bertaraf Dunia

Salah satu kelompok masyarakat, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), menyampaikan kekecewaan mendalam.

Mereka menilai OTT ini terjadi di saat warga Pati sedang dalam kondisi paling sulit akibat banjir yang merendam permukiman sejak awal Januari.

Banyak warga mempertanyakan etika dan integritas Sudewo.

Bagaimana mungkin, di saat masyarakat membutuhkan perhatian penuh pemerintah daerah untuk penanganan banjir, sang bupati justru terjerat dugaan korupsi?.

Baca Juga: Jasad Pramugari Pesawat ATR 42-500 Tersangkut Pohon Jurang Gunung Bulusaraung, Evakuasi Sulit

Pertanyaan itu kini menggema di media sosial dan ruang publik.

Peristiwa ini juga menambah daftar sorotan terhadap Sudewo, yang sebelumnya sudah menuai kritik atas sejumlah kebijakan kontroversial.

OTT KPK di tengah bencana membuat citra Sudewo semakin terpuruk. Kini publik menanti langkah KPK berikutnya.***