POJOKSATU.id, PANGKEP – Pergerakan jam tangan pintar atau smart watch milik kopilot pesawat ATR 42-500 milik IAT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, sudah dilapor ke Polda Sulsel.

Koordinasi dilakukan untuk menelusuri kemungkinan pelacakan koordinat terakhir perangkat smartwatch milik Farhan Gunawan tersebut.

Cyber Crime Polda Sulsel sedang mendalami aktivitas smartwatch ini. Namun Basarnas belum bisa memastikan apakah data itu sudah benar atau salah.

Basarnas sudah berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan terkait klaim keluarga kopilot Farhan Gunawan yang menyebut smartwatch korban mencatatkan 13.647 langkah usai pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung, Sabtu siang (17/1).

Baca Juga: Smartwatch Kopilot Farhan Catat Pergerakan Selama 4 Jam, Keluarga Harap Masih Hidup Segera Ditemukan

Staf Search Mission Coordinator (SMC) Basarnas, Arman, mengatakan pihak keluarga telah melaporkan temuan tersebut ke Direktorat Cyber Crime Polda Sulsel agar data smartwatch dapat ditelusuri lebih lanjut.

“Kami sudah koordinasi. Pihak pacar korban melaporkan ke Cyber Crime Polda supaya bisa dilacak koordinat terakhir untuk membantu pencarian,” ujar Arman di Posko SAR Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Senin (19/1).

Arman membenarkan ponsel milik Farhan sempat ditemukan di sekitar lokasi kejadian dan diserahkan kepada pacar korban.

Namun, ponsel tersebut kini telah dibawa ke Polda Sulsel untuk proses pembukaan kunci dan pendalaman data.

Baca Juga: KNKT Beberkan Alasan Kondisi Pesawat ATR 42-500 Pecah Hingga Serpihannya Berhamburan

“Di laporan yang beredar, tercatat pergerakan hingga sekitar 9.000 langkah pada pukul 18.53 Wita, lalu bertambah menjadi sekitar 13.000 langkah hingga malam hari. Ini yang kami coba pastikan,” jelasnya.

Meski demikian, Basarnas menegaskan belum dapat memastikan apakah data tersebut benar menunjukkan aktivitas korban.

Fokus utama saat ini tetap pada pencarian dan evakuasi korban di lapangan.

“Kami belum bisa memastikan apakah ini menandakan korban masih hidup atau tidak. Intinya, ponsel sudah diserahkan ke Polda untuk dibuka dan dianalisis,” tambah Arman.

Baca Juga: Heboh Smartwatch Kopilot Masih Aktif! Keluarga Syok Lihat Ada Langkah Kaki Usai ATR-42 Jatuh

Berita sebelumnya, keluarga kopilot pesawat ATR 42-500 milik IAT, Farhan Gunawan, mengklaim smartwatch atau jam tangan pintar Farhan mencatat pergerakan selama 4 jam pada Minggu malam.

Pergerakan smartwatch ini tercatat mulai pukul 18.00 Wita hingga 22.00 Wita pada Minggu malam (18/1).

Smartwatch Farhan terdeteksi sebanyak 13.647 langkah setelah pesawat jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Temuan ini membuat keluarga meyakini Farhan masih berusaha bertahan hidup usai pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) ini terjatuh.

Informasi itu disampaikan Pitri Keandedes Hasibuan (30), perwakilan keluarga Farhan, Senin, 19 Januari 2026.

Data tersebut diketahui setelah ponsel Farhan ditemukan dan diserahkan kepada Dian Mulyana Hasibuan, kekasih Farhan, di posko tim SAR Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.***