POJOKSATU.id – Gelombang besar pembatalan perjalanan kereta api terjadi setelah banjir melanda wilayah Pekalongan dan jalur utara Jawa. Dampaknya Enggak main-main.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat ledakan pengembalian dana tiket atau refund sampai Rp3,5 miliar, menjadikannya salah satu kejadian terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Data KAI menunjukkan lebih dari 18 ribu penumpang membatalkan keberangkatan selama periode 15–18 Januari 2026.

Baca Juga: Analisis Kebutuhan ASN 5 Tahun Jadi Kunci CPNS 2026, Formasi Tak Lagi Asal Buka

Tidak hanya itu, puluhan perjalanan kereta api penumpang maupun barang terpaksa dibatalkan karena kondisi jalur yang tidak aman untuk dilintasi.

Gangguan operasional terjadi terutama di daerah Daop 4 Semarang, termasuk Pekalongan, yang menjadi titik banjir paling parah.

EVP of Sales KAI, Ririn Widi Astutik, menegaskan bahwa jumlah refund tersebut kemungkinan masih akan bertambah mengingat proses pemulihan jalur belum sepenuhnya selesai.

Baca Juga: Pemkot Bandung Serius Tangani Gelandangan di Pusat Kota untuk Jaga Citra dan Ketertiban

Dalam pernyataannya, ia mengatakan, “Saat ini Rp 3,5 miliar untuk pembatalan kereta api," ujar Ririn dikutip pojoksatu.id dari Antara 19/1/2026.

Kereta yang dibatalkan mencapai sedikitnya 82 perjalanan penumpang serta 16 kereta barang.

Situasi ini menciptakan antrean panjang permohonan refund di berbagai stasiun besar.

Baca Juga: Analisis Kebutuhan ASN 5 Tahun Jadi Kunci CPNS 2026, Formasi Tak Lagi Asal Buka

Namun KAI memastikan seluruh penumpang terdampak mendapatkan pengembalian dana 100 persen, baik melalui loket stasiun, layanan 121, atau dari aplikasi Access by KAI.

Banjir di Pekalongan dipicu hujan ekstrem serta luapan air yang merendam sejumlah titik jalur rel.

Kondisi ini membuat perjalanan kereta di jalur utara lumpuh selama berjam-jam bahkan berhari-hari.

Imbasnya sejumlah penumpang terpaksa menunda perjalanan, sementara sebagian lainnya memilih membatalkan dan menarik kembali tiket mereka.

KAI menyebut pihaknya terus bekerja 24 jam memulihkan jalur dan mempercepat normalisasi layanan.

Baca Juga: Analisis Kebutuhan ASN 5 Tahun Jadi Kunci CPNS 2026, Formasi Tak Lagi Asal Buka

Meski demikian, perusahaan tetap mengimbau penumpang untuk memantau informasi perjalanan terkini agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan.

Pemerintah dan KAI disebut tengah melakukan evaluasi lanjutan guna memperkuat sistem mitigasi di titik-titik rawan banjir.***