POJOKSATU.id, JAKARTA— Nama-nama penumpang serta kru pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang di Maros Sulsel beredar di publik.
Pesawat ATR 42-500 yang belum diketahui keberadaannya ini mengangkut 11 orang, dimana 8 orang merupakan kru serta hanya 3 orang yang menjadi penumpang.
Nama-nama kru antara lain pilot Andy Dahananto, kopilot Sukardi, dan kru yang lain seperti Yudha Mahardika, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita dan Ester Aprilita.
Semetara tiga nama penumpang pesawat nahas ini antara lain Deden, Ferry dan Yoga.
Baca Juga: Bukan Penerbangan Komersial! Fakta Misi Pesawat ATR Indonesia Air Transport yang Hilang di Maros
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Bandara Adisutjipto menuju Bandara Sultan Hasanuddin pada Sabtu (17/1/2026).
Pesawat tersebut dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 12.20 WIB.
Namun hingga waktu yang ditentukan, pesawat belum juga tiba dan keberadaannya belum diketahui.
Informasi hilang kontak ini dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman S Laisa.
Baca Juga: Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros Berisi 11 Orang, Identitas Pilot Penumpang Belum Diungkap
“Betul,” kata Lukman, Sabtu.
Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan posisi terakhir pesawat diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Pesawat tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari 8 kru pesawat dan 3 penumpang.
Hingga Sabtu sore, keberadaan pesawat belum ditemukan.
Basarnas Bergerak ke Lokasi
Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan, timnya langsung bergerak begitu menerima informasi hilang kontak.
Ia memastikan personel SAR gabungan telah diarahkan menuju titik koordinat yang berada di sekitar Leang-leang.
Tiga tim dikerahkan, dengan total sekitar 25 personel, lengkap dengan peralatan pencarian dan evakuasi.
Informasi awal menyebutkan pesawat tersebut bertolak dari Yogyakarta menuju Makassar, menembus jalur udara yang lazim dilalui penerbangan domestik selama ini. ***




