POJOKSATU.id- Hilangnya pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Leang-leang, Maros, Sabtu siang, 17 Januari 2026, seketika memicu perhatian besar publik.
Dikutip Pojoksatu.id dari Detiknews Pesawat yang membawa 11 orang delapan kru dan tiga penumpang dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 13.17 WITA ketika sedang dalam rute Yogyakarta menuju Makassar.
Momen hilang kontak tersebut langsung memancing kehebohan, terutama setelah Basarnas mengerahkan 25 personel untuk operasi pencarian di wilayah karst yang dikenal memiliki medan sulit.
Baca Juga: Wajib Tahu! Berkas Persyaratan Kenaikan Gaji Berkala atau KGB PPPK, Ini Lengkapnya
Namun kejadian itu bukan hanya menyorot upaya penyelamatan. Nama Indonesia Air Transport (IAT) tiba-tiba menjadi kata kunci yang banyak dicari.
Publik dibuat bertanya-tanya siapa sebenarnya perusahaan yang mengoperasikan pesawat ini?
IAT ternyata bukan pemain baru dalam industri penerbangan tanah air. Perusahaan ini berdiri sejak 10 September 1968, menjadikannya salah satu operator charter tertua di Indonesia.
Baca Juga: Gempar di Maros! Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak, Operasi SAR Dikerahkan
Selama lebih dari 50 tahun, IAT berfokus pada layanan transportasi udara profesional seperti charter pesawat dan helikopter, penerbangan untuk industri minyak dan gas, hingga layanan medevac dan kargo.
Meski jarang tampil dalam pemberitaan, perusahaan ini mengantongi Sertifikat Operator Pesawat Udara (AOC) dari Kementerian Perhubungan.
Basis operasinya berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, lengkap dengan fasilitas hangar.
Baca Juga: Gempar di Maros! Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak, Operasi SAR Dikerahkan
Sejumlah klien IAT selama ini berasal dari sektor energi, pertambangan, dan perusahaan besar yang membutuhkan penerbangan khusus di wilayah terpencil.
Posisi mereka sebagai operator charter membuat nama IAT tidak sepopuler maskapai komersial pada umumnya.
Namun insiden hilangnya pesawat ATR di Maros membuat publik untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir menyoroti rekam jejak dan standar operasi perusahaan tersebut.
Baca Juga: Wajib Tahu! Berkas Persyaratan Kenaikan Gaji Berkala atau KGB PPPK, Ini Lengkapnya
Hingga kini, pencarian pesawat masih berlangsung dan belum ada informasi resmi mengenai kondisi seluruh orang di dalamnya.
Basarnas menyebut area pencarian akan diperluas dan melibatkan pemetaan udara jika cuaca memungkinkan.
Sementara itu, pihak IAT belum memberikan keterangan detail terkait situasi pesawat dan masih menunggu perkembangan investigasi dari otoritas penerbangan.
Baca Juga: Rekrutmen Pegawai Tidak Tetap UNNES 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat, Jadwal, dan Daftar Formasinya
Insiden ini diperkirakan terus menjadi pusat perhatian publik, tidak hanya karena hilangnya pesawat.
Tetapi juga karena sejarah panjang perusahaan yang selama puluhan tahun beroperasi di balik layar industri penerbangan Indonesia.***




