POJOKSATU.id - Publik dikejutkan oleh kemunculan sosok anggota Brimob Polda Aceh Bernama Bripda Muhammad Rio.

dalam sebuah video yang menunjukkan dirinya telah mengenakan seragam militer Rusia di kawasan konflik Donbass.

Padahal Rio sebelumnya dinyatakan menghilang dari dinas sejak awal Desember 2025 dan berstatus desersi setelah tidak pernah kembali ke kesatuan.

Baca Juga: Pemkab Asahan Hibahkan 10 Hektar Tanah untuk Pembangunan MAN Insan Cendekia

Kisah pelarian Rio terungkap dari sejumlah rekaman jejak digital yang dikirimnya sendiri kepada anggota provos.

Ia mengirimkan foto dan video saat mendaftarkan diri sebagai tentara bayaran di Rusia.

Ia pun memberikan lengkap dengan informasi perjalanan dan potret dirinya ikut bersama pejuang asing dari berbagai negara.

Baca Juga: Pemkab Asahan Hibahkan 10 Hektar Tanah untuk Pembangunan MAN Insan Cendekia

Dari data perjalanan Rio diketahui sempat terbang dari Jakarta menuju Shanghai sebelum melanjutkan perjalanan ke Rusia.

Polda Aceh memastikan seluruh bukti tersebut asli.

Rio diberhentikan tidak dengan hormat setelah sidang kode etik menemukan rangkaian pelanggaran berat.

Baca Juga: Pemkab Asahan Hibahkan 10 Hektar Tanah untuk Pembangunan MAN Insan Cendekia

Termasuk keputusannya bergabung dengan pasukan asing yang sedang terlibat konflik terbuka.

Kombes Joko, dalam siaran pers di Jakarta, turut mengungkapkan adanya catatan pelanggaran sebelumnya yang memperburuk posisi Rio.

“Sebelumnya yang bersangkutan telah memiliki riwayat pelanggaran kode etik profesi Polri hingga disidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) atas kasus menjalin hubungan perselingkuhan hingga menikah siri,"

"dengan putusan sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun dan penempatan di Yanma Brimob,” ucap Joko dikutip pojoksatu.id dari republika 17/1/2026.

Video viral yang memperlihatkan Rio berdiri bersama pasukan Rusia di Donbass menambah ramai di publik.

Baca Juga: Maraknya Pemutusan Kontrak PPPK, AP3KI Minta KemenPAN-RB dan DPR Bertindak Tegas, Ini Lengkapnya

Di dalam video tersebut, Rio memperkenalkan diri sebagai tentara Rusia dan menyatakan telah bergabung dalam unit yang siap diterjunkan di wilayah pertempuran.

Sampai sekarang belum ada keterangan resmi mengenai motif pribadi Rio.

Tapi berdasarkan informasi yang ia kirimkan, ia sempat memperlihatkan nominal gaji dalam rubel beserta fasilitas yang ditawarkan kepada para pejuang asing.

Baca Juga: Pemkab Asahan Hibahkan 10 Hektar Tanah untuk Pembangunan MAN Insan Cendekia

Polda Aceh menegaskan bahwa tindakan Rio sepenuhnya merupakan keputusan pribadi yang tidak berkaitan dengan institusi.

Kasus ini menjadi sorotan nasional karena jarang ada anggota kepolisian aktif Indonesia yang memilih bergabung dengan militer negara asing.

Apalagi di tengah konflik bersenjata dua negara besar. ***