POJOKSATU.id – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari Islah Bahrawi, kader NU yang dekat dengan mantan Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam video YouTube Akbar Faisal Uncensored berjudul “SKANDAL KUOTA HAJI. DIGIGIT KPK, YAQUT BUKA PERAN JOKOWI”.

Islah membeberkan cerita yang disebut ia dengar langsung dari Gus Yaqut saat skandal kuota haji 20.000 tambahan itu meledak.

Baca Juga: Ingin Jadi Penjaga Hutan Negara? Ini Tugas dan Peluang CPNS Polhut 2026

Sejak menit awal, Islah sudah menegaskan sikap blak-blakannya.

“Kalau sampean betul-betul korupsi sesuai tuduhan KPK, saya doakan sampean kena azab sampai ke keturunannya,” katanya kepada Yaqut.

Namun apa yang kemudian ia dengar justru membuatnya tercengang.

Baca Juga: Ingin Jadi Penjaga Hutan Negara? Ini Tugas dan Peluang CPNS Polhut 2026

Menurut Islah, akar masalah bukan hanya persoalan teknis kuota haji, tetapi intervensi kekuasaan yang membuat Yaqut tak bisa bicara di forum resmi DPR.

Islah menyebut bahwa Yaqut sebenarnya hendak hadir ke Pansus Haji.

“Yaqut datang ke Presiden Jokowi, dia tanya ‘Pak, apakah saya akan datang ke Pansus itu?’” ungkapnya.

Baca Juga: Ingin Jadi Penjaga Hutan Negara? Ini Tugas dan Peluang CPNS Polhut 2026

Jawaban yang diterima Yaqut disebut jauh dari dugaan.

Masih menurut Islah, Jokowi justru mengeluarkan surat reposisi, memindahkan tugas Menhan Prabowo kepada Yaqut untuk menghadiri konferensi perdamaian dunia di Prancis.

“Jokowi membuat surat reposisi agar Yaqut tidak datang ke Pansus. Itu perintah Jokowi,” kata Islah

Yang membuat kisah ini makin janggal, acara di Prancis itu hanya berlangsung tiga hari, tetapi Yaqut justru berada di Eropa selama 24 hari.

Baca Juga: Merasa Tak Aman Jadi PPPK, Banyak ASN Kontrak Kini Mulai Berjuang Meraih PNS

Islah menyitir kalimat Yaqut “Selama 24 hari dia di Eropa seperti layangan putus menunggu sinyal pulang.”

Lebih serius lagi, Islah menyebut arahan dari Jokowi adalah Presiden mengatakan ‘Udah buying time aja.’

Ia menilai tindakan itu sebagai bagian dari pola kriminalisasi politik.

Baca Juga: Ingin Jadi Penjaga Hutan Negara? Ini Tugas dan Peluang CPNS Polhut 2026

“Gus Yaqut itu akan menjadi tabungan kriminalisasi kalau ada orang tidak disukai, tersangkakan saja,

Bahkan Islah menegaskan bahwa ada dugaan permainan lebih besar.

Islah menutup pernyataannya dengan nada getir, bahwa informasi ini ia sampaikan bukan untuk membela.

Melainkan sebagai bentuk kejujuran atas apa yang ia dengar langsung dari sahabatnya itu.***