POJOKSATU.id- Rencana anggaran pemulihan infrastruktur di Sumatera kembali menjadi sorotan setelah pemerintah mengungkapkan bahwa kebutuhan dana yang dibutuhkan mencapai angka fantastis.

Yaitu sekitar Rp 74 triliun hingga potensi membengkak mendekati Rp 77 triliun.

Nilai ini bukan hanya mengejutkan publik, tetapi juga jauh melampaui total APBD gabungan lebih dari 10 provinsi di Indonesia.

Baca Juga: Ali Syafiq Diduga Terjatuh ke Jurang di Puncak Gunung Slamet, Alami Patah Tulang Paha Kiri

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan bahwa angka tersebut dihitung berdasarkan skala kerusakan yang masif akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Infrastruktur vital seperti jalan nasional, jembatan penghubung antardaerah, serta fasilitas irigasi dilaporkan mengalami kerusakan berat yang membuat kebutuhan anggaran melonjak drastis.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Dody, menjelaskan bahwa usulan anggaran tersebut sudah melalui proses perencanaan awal.

Baca Juga: Babinsa Citarik Gotong Royong Bersihkan Lokasi Gerai KDMP

Namun masih menunggu persetujuan lintas lembaga sebelum dibawa ke Menteri Keuangan.

“Sebetulnya rencana proposalnya itu Rp74 (triliun) lah sebenarnya. Tapi sesuai aturan kan kita mesti bikin rencana induk yang kita submit ke Kepala Bappenas untuk direview."

"Baru kemudian disetujui oleh dewan pengarah semua, baik itu BPK, Menko PMK dan seterusnya. Setelah semua dewan setuju, baru kemudian kita meminta anggaran kepada Menteri Keuangan,”

kata Dody dikutip pojoksatu.id dari antaranew, 16/1/2026.

Baca Juga: Ali Syafiq Diduga Terjatuh ke Jurang di Puncak Gunung Slamet, Alami Patah Tulang Paha Kiri

Pemerintah menegaskan bahwa angka Rp 74 triliun tersebut masih bisa berubah mengikuti dinamika kajian lapangan.

Sementara itu, sejumlah lembaga riset memperkirakan total biaya rekonstruksi bisa melampaui angka tersebut, bahkan mendekati Rp 77 triliun jika seluruh kerusakan fisik diperhitungkan secara rinci.

Besarnya kebutuhan anggaran ini memunculkan perbandingan dengan APBD beberapa provinsi yang rata-rata hanya berada di kisaran Rp 3–7 triliun.

Jika digabungkan, belasan provinsi pun belum tentu mampu menyaingi kebutuhan dana pemulihan Sumatera.

Baca Juga: Ali Syafiq Diduga Terjatuh ke Jurang di Puncak Gunung Slamet, Alami Patah Tulang Paha Kiri

Meski begitu, pemerintah menyatakan pemulihan tetap menjadi prioritas utama.

Perbaikan jalan, jembatan, hingga infrastruktur dasar lain dipercepat agar akses logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat segera kembali pulih.***