POJOKSATU.ID - Kericuhan yang terjadi di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, menyisakan peristiwa mencengangkan.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya kondusif, seorang pria nekat mencuri potongan rel kereta api.
Aksi tersebut bukan hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga memicu kekhawatiran serius soal keselamatan perjalanan kereta.
Baca Juga: Ali Syafiq Diduga Alami Hipotermia, Posisi Ditemukan Tak Jauh dari Lokasi Temannya Himawan
Peristiwa itu terekam dan menjadi perhatian publik setelah seorang warga menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Sang pelaku terlihat tanpa ragu memanfaatkan situasi rusuh untuk menggasak material besi yang merupakan bagian dari infrastruktur vital perkeretaapian.
Di tengah kondisi massa yang masih memanas, pelaku justru fokus mencabut dan membawa potongan rel.
Baca Juga: Kemendikdasmen Tetapkan Jadwal Pembayaran Sisa TPG Triwulan 3 dan 4 Tahun 2025
Aksi tersebut dinilai sangat berbahaya, mengingat rel kereta merupakan jalur utama transportasi publik yang digunakan setiap hari oleh ribuan penumpang.
Sejumlah warga mengaku terkejut dan tidak menyangka ada orang yang berani mengambil risiko sebesar itu.
Bukan hanya ancaman keselamatan perjalanan kereta api, tetapi juga risiko pribadi bagi pelaku sendiri yang bisa menjadi sasaran amukan massa atau mengalami kecelakaan fatal.
Baca Juga: Skema Pencairan TPG Berubah, Tampilan Info GTK Tahun 2026 Berbeda dengan Tahun Sebelumnya
“Ini sudah di luar nalar. Rel kereta itu bukan barang sembarangan, bisa membahayakan banyak orang,” ujar salah satu warga, dilansir dari instagram pojoksatu.id.
Aksi penjarahan rel ini memperlihatkan sisi gelap dari situasi kerusuhan.
Ketika aparat fokus mengamankan kondisi dan meredam konflik, muncul pihak-pihak yang justru memanfaatkan kekacauan untuk kepentingan pribadi.
Padahal, kerusakan sekecil apa pun pada rel kereta api dapat berdampak besar, mulai dari keterlambatan perjalanan hingga potensi kecelakaan serius.
Rel kereta api sendiri merupakan aset negara yang dilindungi hukum.
Pencurian atau perusakan fasilitas perkeretaapian bukan hanya tindak pidana pencurian biasa, tetapi juga dapat dijerat dengan pasal yang lebih berat karena membahayakan keselamatan umum.
Baca Juga: CPNS Polhut 2026 Dibuka Besar-Besaran! Kemenhut Butuh 21.000 Personel dan Lulusan SMA Diprioritaskan
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun apakah aksi tersebut berhasil digagalkan.
Namun peristiwa ini kembali menjadi pengingat betapa pentingnya pengawasan ekstra terhadap objek vital nasional, terutama saat terjadi kericuhan atau gangguan keamanan.
Pihak berwenang diharapkan segera menelusuri kasus ini dan meningkatkan pengamanan di sekitar jalur rel, khususnya di wilayah rawan.
Baca Juga: TPG Bulanan 2026 Dinilai Lebih Adil, Ini Alasan Pemerintah Mengubah Sistem Pembayaran Guru
Masyarakat juga diimbau untuk tidak memanfaatkan situasi darurat demi keuntungan sesaat yang justru bisa berujung pada konsekuensi hukum serius.
Insiden di Jatinegara ini menjadi cermin bahwa di tengah kekacauan, masih ada pihak-pihak yang tega mempertaruhkan keselamatan banyak orang demi sepotong besi.
Sebuah kejadian yang bukan hanya bikin geleng kepala, tetapi juga memantik keprihatinan bersama.***




