POJOKSATU.id - Peringatan keras kembali dilontarkan Mahfud MD, Dalam podcast Terus Terang.
Mantan Menko Polhukam itu membongkar secara gamblang bagaimana korupsi perpajakan masih berjalan brutal dengan pola lama yang terus berulang.
Menurutnya, praktek ini menjadi salah satu penyebab terbesar kebocoran keuangan negara.
Baca Juga: Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Januari 2026 Berdasarkan Kategori Keluarga, Banyak yang Salah Paham
Mahfud menyebut sektor perpajakan sebagai sarang besar korupsi bersama pertambangan, bea cukai, cukai, dan pertanahan.
“Kalau itu dihapus atau dikurangi 90%, Indonesia ini makmur. Rakyatnya akan jaya,” tegasnya.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian karena disampaikan saat KPK menangkap pejabat pajak kemarin yang membuat publik ramai.
Baca Juga: Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Januari 2026 Berdasarkan Kategori Keluarga, Banyak yang Salah Paham
Tapi yang lebih mengejutkan adalah pemaparan Mahfud mengenai modus korupsi yang masih sama seperti era sebelumnya.
Mahfud membocorkan pola negosiasi jahat dalam pemeriksaan pajak.
Ia mencontohkan kasus ketika wajib pajak diberitahu bahwa pajaknya seharusnya Rp75 miliar.
Baca Juga: Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Januari 2026 Berdasarkan Kategori Keluarga, Banyak yang Salah Paham
Namun angka itu kemudian ditawar menjadi Rp15 miliar, dengan komisi untuk oknum petugas pajak.
“Komisinya delapan. Lalu diturunkan jadi empat. Begitu modusnya,” kata Mahfud.
Dalam OTT terbaru, penyidik menemukan uang Rp6 miliar. Mahfud menyoroti hal itu.
“Katanya delapan jadi empat, kok ada enam? Dari mana lebihnya? Dari pajak yang lain,” ucapnya.
Artinya oknum memotong bukan hanya satu wajib pajak, tetapi langsung banyak sekaligus.
Baca Juga: Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Januari 2026 Berdasarkan Kategori Keluarga, Banyak yang Salah Paham
Yang lebih bikin kaget, Mahfud membeberkan modus restitusi pajak.
Yakni pengembalian pajak kepada wajib pajak yang dipakai untuk mengalirkan uang gelap.
“Sudah bayar 100 miliar, lalu minta restitusi. Yang 75 dikembalikan, lalu dibagi dua. Ini modus di mana-mana.”
Baca Juga: Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Januari 2026 Berdasarkan Kategori Keluarga, Banyak yang Salah Paham
Mahfud menilai praktik-praktik seperti ini terjadi masif bertahun-tahun dan menjadi sumber kebocoran terbesar negara.
Ia menegaskan bahwa reformasi perpajakan harus dilakukan oleh pemerintahan baru.
“Ini sudah sangat parah. Tugas Presiden Prabowo dan kabinetnya untuk membersihkan ini,” ujarnya.
Baca Juga: Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Januari 2026 Berdasarkan Kategori Keluarga, Banyak yang Salah Paham
Pernyataan Mahfud ini langsung bikin reaksi publik heboh.
Banyak yang menyebut bahwa apa yang dibongkar Mahfud hanyalah seperti dasarnya sajah, menandakan sistem perpajakan membutuhkan perombakan besar-besaran.***




