POJOKSATU.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya bersiap mengakhiri kisah panjang proyek monorel yang mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk membongkar tiang-tiang monorel yang selama ini mangkrak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pembongkaran, tetapi juga untuk menata ulang kawasan sekitar, termasuk perbaikan jalan dan perapian trotoar.
Baca Juga: DBMSDA Terbaik Kelola Medsos OPD, Wali Kota Bekasi Dorong Informasi Publik Lebih Aktif dan Responsif
“Jadi bukan sekadar dibongkar saja. Kalau hanya bongkar, biayanya justru kecil,” ujar Pramono saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta, Minggu (11/1).
Ia menjelaskan, proses pembongkaran tiang monorel dijadwalkan mulai Rabu (14/1).
Langkah ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, sekaligus menindaklanjuti harapan dari Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Sutiyoso, yang sejak lama menginginkan proyek tersebut diselesaikan.
Baca Juga: Perbandingan Anggaran MBG Rp335 Triliun vs Tunjangan Guru Non-ASN, Ini Penjalasannya di APBN 2026
Menariknya, Pramono berencana mengundang Sutiyoso untuk hadir langsung dalam proses pembongkaran tersebut.
Ia menyebut, proyek monorel itu dibangun pada masa kepemimpinan Sutiyoso, sehingga kehadiran mantan gubernur tersebut dinilai memiliki makna tersendiri.
“Saya berharap Bang Yos bisa tidur lebih nyenyak. Monorel ini kan menjadi beban pribadi beliau. Minggu depan saya akan undang Bang Yos supaya bisa melihat langsung monorel ini dibersihkan, jalannya dirapikan,” kata Pramono.
Baca Juga: Perbandingan Anggaran MBG Rp335 Triliun vs Tunjangan Guru Non-ASN, Ini Penjalasannya di APBN 2026
Menurut Pramono, penataan kawasan Rasuna Said setelah pembongkaran tiang monorel diharapkan dapat memperbaiki wajah kota dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin memastikan kawasan tersebut kembali tertata rapi setelah bertahun-tahun terbebani proyek yang tak kunjung selesai.***




