POJOKSATU.id - Kegaduhan besar terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang setelah sebuah video yang memperlihatkan kemarahan warga, khususnya para ibu-ibu, mendadak viral di media sosial.

Rekaman berdurasi singkat itu langsung menyebar luas dan memicu perbincangan heboh di berbagai platform digital.

Penyebabnya bukan lain adalah dugaan ketidakadilan dalam penyaluran bantuan untuk korban banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Baca Juga: Hak Guru Tak Hilang Meski Anggaran Daerah Habis, Ini Penjelasan Dirjen GTK soal TPG 2025

Dalam video yang beredar, suasana di sebuah posko bantuan terlihat sangat panas.

Puluhan warga memadati area posko, sementara beberapa ibu-ibu terdengar lantang memprotes keras pihak yang bertugas menyalurkan logistik.

Mereka menuding posko tersebut “serakah” dan tidak transparan dalam pendistribusian barang-barang bantuan.

Terlihat jelas kemarahan warga memuncak karena bantuan yang seharusnya mereka terima, diklaim tidak pernah disalurkan.

Baca Juga: CPNS 2026 Berubah Total! Ini Daftar Lengkap Aturan Baru yang Perlu Diketahui Pelamar

Beberapa wanita yang marah mengungkapkan bahwa mereka tidak mendapatkan kebutuhan pokok seperti minyak, bahan makanan, hingga perlengkapan penting lainnya.

Suara protes menggema, meluapkan kekecewaan yang mungkin telah mereka pendam selama beberapa hari.

Salah satu ibu yang paling vokal tampak sampai gemetar menahan emosi.

Baca Juga: Diapresiasi Kemensos, Desa di Banjarnegara Lakukan Pendaftaran Gratis Tanpa Pungutan! Begini Cara Usulkan Bansos dan Update Desil di Desa

Ia menegaskan bahwa warga sudah sabar menunggu, namun bantuan tak kunjung turun meski sudah dijanjikan.

Sementara itu, warga lain berusaha menjelaskan bahwa laporan mengenai bantuan yang masuk ke posko tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka terima.

Situasi makin ricuh ketika beberapa warga mulai menuding bahwa ada pihak yang sengaja menahan atau memilih-milih penerima bantuan.

Tuduhan itu tentu saja memicu kemarahan masyarakat yang merasa menjadi korban bencana namun tidak mendapat perlakuan adil.

Baca Juga: Hak Guru Tak Hilang Meski Anggaran Daerah Habis, Ini Penjelasan Dirjen GTK soal TPG 2025

Kata-kata seperti “posko serakah” terdengar berulang-ulang, menunjukkan betapa frustrasinya warga terhadap kondisi yang mereka hadapi.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi langsung dari pihak posko maupun aparat terkait mengenai kejadian tersebut.

Publik pun menunggu bagaimana respons pihak berwenang mengingat video telah terlanjur menyebar luas dan menjadi sorotan warganet.

Baca Juga: Hak Guru Tak Hilang Meski Anggaran Daerah Habis, Ini Penjelasan Dirjen GTK soal TPG 2025

Sementara itu, kolom komentar di media sosial langsung dipenuhi berbagai pendapat.

Ada yang membela warga dan menilai protes tersebut wajar dilakukan, mengingat mereka adalah korban bencana yang sedang kesulitan.

Namun tak sedikit pula yang meminta agar masyarakat menahan diri dan menunggu klarifikasi resmi sebelum menuding pihak posko.

Baca Juga: Hak Guru Tak Hilang Meski Anggaran Daerah Habis, Ini Penjelasan Dirjen GTK soal TPG 2025

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, video ini sudah terlanjur menjadi viral dan menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana sebenarnya penyaluran bantuan dilakukan di lapangan.

Warga berharap ada kejelasan, sementara publik menanti perkembangan terbaru dari insiden yang kini sedang menjadi perbincangan nasional tersebut.***