POJOKSATU.id - Banjir besar yang melanda Aceh kembali memunculkan kisah yang menyita perhatian publik.
Salah satu yang membuat jagat maya heboh adalah sebuah video yang direkam oleh seorang guru.
Dalam video itu, sang guru tampak duduk di atas atap sekolahnya bukan untuk bersantai.
Melainkan karena seluruh bangunan sudah tertimbun lumpur hingga hanya menyisakan bagian atap.
Video tersebut memperlihatkan kondisi sekolah yang berubah total menjadi tumpukan lumpur.
Sang guru menunjukkan beberapa bagian gedung yang kini tak lagi terlihat bentuk aslinya.
Baca Juga: Saidah Anwar: Kehadiran Saya di DPMD Karawang untuk Jaga Kondusifitas
Ia bahkan sempat menunjukkan lokasi yang dulunya merupakan laboratorium IPA.
Tempat yang biasanya dipenuhi alat praktikum dan aktivitas belajar itu kini hanya menyisakan ujung atap yang bisa ia duduki.
Lumpur menutup hampir seluruh struktur bangunan, seakan sekolah tersebut menghilang ditelan material banjir.
Dalam rekamannya, sang guru bercerita bahwa setiap akhir tahun ajaran biasanya siswa dan para guru melakukan kegiatan bersih-bersih sekolah.
Namun kali ini, ia mengaku kegiatan itu mustahil dilakukan. Bukan karena cuaca buruk semata, melainkan karena sekolah benar-benar tak lagi bisa dibersihkan.
Lumpur setinggi atap menenggelamkan seluruh ruangan, termasuk kelas, kantor guru, hingga fasilitas pendukung lain.
Suaranya terdengar lirih namun tegar saat ia berkata bahwa ia hanya bisa berharap Allah menggantikan kerusakan ini dengan sesuatu yang lebih baik.
Diberitakan oleh inilah.com, para siswa kini terpaksa melanjutkan kegiatan belajar di sekolah darurat.
Pemerintah daerah disebut sudah mulai mempersiapkan pembangunan sekolah baru agar pendidikan tidak terhenti terlalu lama.
Meski begitu, prosesnya tidak bisa instan dan masih membutuhkan waktu serta pendataan yang matang mengingat kerusakan sekolah yang lama sangat parah.
Rekaman tersebut memantik gelombang reaksi dari masyarakat.
Baca Juga: Saidah Anwar: Kehadiran Saya di DPMD Karawang untuk Jaga Kondusifitas
Banyak netizen merasa sedih sekaligus kaget melihat bagaimana lumpur bisa menimbun sebuah bangunan sekolah hingga ke tingkat yang begitu ekstrem.
Bagi sebagian orang, pemandangan itu sulit dipercaya sebuah bangunan permanen bisa hilang dari pandangan hanya dalam hitungan jam setelah banjir bandang menerjang.
Warganet juga ramai membicarakan bagaimana kondisi pendidikan di daerah terdampak bencana seperti ini kerap luput dari perhatian.
Video sang guru seolah membuka mata publik mengenai beratnya tantangan yang dihadapi para pendidik dan siswa pasca bencana.
Sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar kini berubah menjadi monumen lumpur, menjadi simbol betapa dahsyatnya banjir yang menerjang wilayah tersebut.
Banyak yang berharap pemerintah dapat bergerak cepat, tidak hanya menyediakan sekolah darurat, tetapi juga memperbaiki sarana pendidikan secara permanen.
Beberapa netizen bahkan mengusulkan penggalangan bantuan untuk membantu sekolah tersebut bangkit kembali.
Kasus ini menjadi pengingat betapa rentannya fasilitas publik terhadap bencana alam, dan betapa pentingnya penanganan cepat serta perencanaan jangka panjang.
Sementara itu, video sang guru terus menyebar di media sosial, menjadi salah satu konten viral yang menggugah banyak pihak.
Tidak hanya menyajikan visual dramatis, tetapi juga memperlihatkan ketegaran seorang guru yang tetap berusaha positif meski berdiri di atas atap yang dulunya menjadi rumah kedua bagi murid-muridnya.***




